Kang Nur: Visit Sumenep 2018 Wajib Perhatikan Aspek Sosiologis

Terbit: 12 Maret 2017 | 05:15 WIB

MADURAEXPOSE.COM–Pengamat urusan Sosial Kemasyarakatan dan Pariwisata (SKP) Sumenep, Zaenuri,MP atau biasa dipanggil Kang Nur Kidemang, mengingatkan pihak Pemkab Sumenep agar tidak menjadikan Visit Sumenep 2018 sebagai industrialisasi oleh kalangan investor.

Jika hal itu terjadi, pria kelahiran Kudus ini khawatir, kehadiran Visit Sumenep 2018 disinyalir dapat mengancam tatanan positif yang selama ini sudah menjadi tradisi dan budaya masyarakat lokal yang agamais.

” Pemkab harus mengontrol penuh dalam pengelolaan pariwisata di jelang Visit Sumenep 2018. Jangan sampaikan kalangan investor secara membabi buta menjadikan objek itu sebagai industrialisasi. Wajib hukumnya mempertahankan aspek sosiologisnya,” ungkap Zaenuri,MP saat berbincang dengan MaduraExpose.com, Minggu (12/03/2017).

Kang Nur mencontohkan, bagi pengelola pariwisata di Kabupaten Sumenep harus memperhatikan norma-norma yang ada. Kalau hal itu diabaikan, pihaknya khawatir Visit Sumenep 2018 tidak akan berjalan lancar.

“Aspek sosiologis wajib diperhatikan oleh para investor yang mengelola aset wisata di Sumenep. Tak kalah pentingnya, Pemkab harus tetap mengawasi secara penuh agar realisasinya tidak berbenturan dengan budaya lokal. Jika itu diabaikan, saya khawatir akan mendapat pertentangan dari kalangan tokoh masyarakat dan Ulama,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bupati Sumenep A.Busyro Karim dalam keterangannya Persnya mengatakan, saat ini pihaknya (Pemkab) mulai melakukan pemetaan dan pembenahan sarana dan prasarana disejumlah objek wisata di Sumenep. salah satunya fengan memfokuskan diri terhadap pengelolaan wisata di Pulau Giliyang, yang belakangan ini dikenal dengan wisata sehat karena kadar oksigennya mencapai 20,9 persen.

“Ya namanya sudah wisata sehat, maka harus terbebas dari hal yang memabukkan, seperti tidak boleh ada minuman keras atau alkohol, tidak boleh ada narkoab. Kami memang sengaja mendesain tempat wisata tersebut bisa menyehatkan lahir batin, mungkin di daerah lain disebut dengan Wisata Halal “ kata Bupati Sumenep, A Busyro Karim kepada awak media. [Ferry]

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

RAHASIA TANEROS

Terbit: 29 Maret 2026 | 18:17 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Di balik deburan ombak Pesisir Beluk Ares, Kecamatan Ambunten, tersimpan sebuah rahasia geografis yang jarang disadari publik. Pantai Taneros (atau…

Memoles Tuah Janur di Pantai Lombang

Terbit: 27 Maret 2026 | 21:28 WIB SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan komitmennya dalam mentransformasi tradisi lokal menjadi instrumen penggerak ekonomi daerah. Melalui penyelenggaraan Festival Ketupat 2026 di Pantai…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *