MaduraExpose.com—Bagi sebagian orang bisa saja kurang yakin dengan adanya fakta menarik tentang paa gadis atau perawan yang dilarang menikah di Kampung Tenun di Dusun Sasak, Desa Sukarare, kawasan selatan Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Gadis-gadis di kampung itu hanya diperbolehkan menikah apabila sudah pandai menenun songket seperti para leluhur mereka sebelumnya. Hasil wawancara Maduraexpose.com dengan sejumlah warga setempat membenarkan adanya pelarangan bagi para gadis untuk menikah sebelum memiliki keahlian memintal benang-benang indah dengan ragam jenis motif menawan itu.

“Kami boleh menikah kalau sudah pandai menenun songket Mas. Alasan orang tua, kalau sudah bisa menenun maka dianggap sudah mampu mengarungi mahligai rumah tangga. Hitung-hitung memenuhi kebutuhan hidup dan meringankan tugas suami,” ujar Yatik, salah satu warga di Kampung Tenun, saat berbincang dengan MaduraExpose.com di Pusat Industri Kerajinan Songket PATUH, Desa Sukarare, Lombok.

Menurut perempuan yang sudah diakarunia satu anak tersebut, mencari penghasilan di kampung itu tidaklah mudah, terutama bagi kalangan pria. Untuk itu, syarat boleh menikah bagi gadis di kampung itu bukanlah sesuatu yang mengada-ada.

“Suami saya tidak bekerja, susah cari pekerjaan yang bisa mendatangkan uang ditempat kami tinggal mas. Nah, tenun songket ini menjadi solusi satu-satunya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” imbuhnya. [Ferry Arbania,Lombok]