Kado Istimewa Hari Santri 2025: Presiden Prabowo Resmikan Ditjen Pesantren, KH Cholil Nafis Ungkap Rasa Syukur

Terbit: 23 Oktober 2025 | 04:43 WIB

Madura Expose – Dunia pesantren di Indonesia tengah dirundung suka cita. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto atas peresmian Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren. Pengumuman penting ini bertepatan dengan momentum perayaan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2025.

 

Melalui akun X/Twitter pribadinya, Kiai Cholil Nafis membagikan kabar gembira ini, menekankan pengakuan dan dukungan negara terhadap peran sentral pesantren.

“Walhamdulillah. pesantren terus memberi kontribusi utk bangsa dan Negara. Santri terus meningkatkan kualitas dan kapasitas diri menyongsong Indonesia Emas 2045. Terima Kasih Pak Presiden @prabowo atas kado Ditjend Pesantren di Hari Santri Nasional 2025,” tulis KH Cholil Nafis.

 

Pengakuan Negara terhadap Kontribusi Pesantren

 

Peresmian Ditjen Pesantren diyakini menjadi langkah maju yang signifikan dalam regulasi dan dukungan pemerintah terhadap lembaga pendidikan Islam tradisional tersebut. Selama ini, urusan pesantren berada di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama. Dengan berdirinya Ditjen Pesantren, fokus pembinaan, penganggaran, dan pengembangan kualitas santri akan menjadi lebih terpusat dan optimal.

 

KH Cholil Nafis menyoroti bahwa kado istimewa dari Presiden Prabowo ini merupakan bentuk pengakuan resmi negara terhadap kontribusi historis dan kontemporer pesantren. Pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga sebagai benteng moral, inkubator kepemimpinan, dan penyumbang nyata bagi pembangunan karakter bangsa.

 

Menyongsong Indonesia Emas 2045

 

Di tengah hiruk pikuk persiapan menyambut Indonesia Emas 2045, yang menargetkan Indonesia menjadi negara maju dan sejahtera di usia satu abad kemerdekaannya, peran santri menjadi semakin strategis.

 

Kiai Cholil Nafis menekankan pentingnya santri untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas diri. Dengan dukungan institusional berupa Ditjen Pesantren, diharapkan santri akan lebih mudah mengakses program-program peningkatan mutu pendidikan dan keterampilan, yang sejalan dengan tuntutan zaman modern.

 

Kado Ditjen Pesantren di Hari Santri 2025 ini secara simbolis memperkuat ikatan antara Ulama, Umaro, dan Santri, sekaligus menegaskan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo dalam memajukan seluruh aspek pendidikan nasional, termasuk yang berbasis keagamaan. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pesantren untuk mencetak generasi unggul yang siap memimpin Indonesia menuju masa keemasan pada tahun 2045.

 


[dbs/gim/fer]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

Nalar Sirkular: Ketika Pesantren Menaklukkan Paradigma ‘Limbah’

Terbit: 21 Maret 2026 | 09:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | SUMENEP – Di tengah krisis pengelolaan sampah nasional, institusi pendidikan tradisional Islam (Pesantren) justru muncul sebagai pionir ekonomi sirkular yang pragmatis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *