Memaknai Kembali ‘Resolusi Jihad dan Ikrar Santri, Menuju Peradaban Dunia

Terbit: 23 Oktober 2025 | 03:28 WIB

SUMENEP – Semangat perjuangan bersejarah yang diwariskan melalui Resolusi Jihad kembali digaungkan di Kabupaten Sumenep. Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep menggelar Apel Akbar di Lapangan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sumenep pada Rabu (22/10/2025).

Peringatan HSN tahun ini mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, sebuah tema yang tidak hanya mengenang kontribusi masa lalu, tetapi juga memproyeksikan peran strategis santri di masa depan.

Resolusi Jihad: Semangat Abadi Penjaga Kedaulatan

Acara puncak apel yang dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Sumenep Abdul Wasid, pejabat struktural, pengawas, kepala KUA, guru, staf, hingga ribuan siswa MAN dan santri dari berbagai lembaga, ditutup dengan pembacaan Resolusi Jihad dan Ikrar Santri.

Pembacaan Resolusi Jihad adalah momen reflektif untuk mengingat fatwa bersejarah ulama pada 22 Oktober 1945 yang mewajibkan setiap Muslim untuk berjihad mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Semangat ini menjadi pilar utama yang terus mengobarkan nasionalisme di kalangan santri.

Dalam Amanat Menteri Agama RI yang dibacakan oleh Kepala Kemenag Sumenep, Abdul Wasid, ditekankan bahwa Hari Santri adalah refleksi atas dedikasi santri. “Santri bukan hanya penjaga surau, tetapi penjaga moral, nilai, dan peradaban bangsa,” ujarnya. Pesan ini menegaskan posisi santri sebagai benteng pertahanan spiritual dan intelektual bangsa.

Ikrar Santri: Komitmen Mengawal Peradaban Dunia

Apel yang berlangsung tertib dan khidmat tersebut dipenuhi nuansa religius-nasionalis, dengan peserta mengenakan pakaian khas santri: sarung, peci, dan baju koko. Puncak acara, yaitu pembacaan Ikrar Santri, menjadi wujud komitmen konkret untuk terus menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Ikrar ini sejalan dengan tema HSN 2025, yaitu kesiapan santri untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan peradaban dunia. Santri masa kini didorong tidak hanya unggul dalam ilmu agama (tafaquh fiddin), tetapi juga kompetitif dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, menjadi agen perubahan positif di kancah global.

Peringatan Hari Santri Nasional 2025 ini membuktikan komitmen kuat Kemenag Sumenep dalam membina dan memberdayakan lembaga keagamaan serta generasi muda Islam. Dengan memaknai kembali Resolusi Jihad dan mengamalkan Ikrar Santri, santri Sumenep siap menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa dan mengawal Indonesia menuju peradaban yang lebih maju dan bermartabat.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *