Sebanyak 600 warga desa Guluk-Guluk gelar aksi unjuk rasa ke kantor Kecamatan menuntut Kades Ikbal di adili terkait dugaan penggelapan raskin 2014 (Dok/MaduraExpose.com)

Sumenep, MaduraExpose.com- Sejumlah pengamat hukum menilai, jika benar Kades Terpilih Desa Guluk-Guluk, Sumenep terbukti menggelapkan beras miskin (raskin), kemungkinan besar yang bersangkutan bisa gagal di lantik karena alasan hukum.

Sebanyak 600 warga desa Guluk-Guluk gelar aksi unjuk rasa ke kantor Kecamatan menuntut Kades Ikbal di adili terkait dugaan penggelapan raskin 2014 (Dok/MaduraExpose.com)
Sebanyak 600 warga desa Guluk-Guluk gelar aksi unjuk rasa ke kantor Kecamatan menuntut Kades Ikbal di adili terkait dugaan penggelapan raskin 2014 (Dok/MaduraExpose.com)
Kasus dugaan raskin itu mencuat setelah ratusan warga Desa setempat menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kecamatan Guluk-Guluk,menuntut Kepala Desa Ikbal segera di adili karena di duga kuat menggelapkan raskin selama kurang lebih 5 tahun.

Ratusan massa yang mengatas namakan Forum Masyarakat Desa Guluk-Guluk itu berorasi sambil membawa poster berisi tuntutan.

‘Ikbal perampok beras rakyat, Ikbal perampok beras harus di adili pak camat’, teriak mereka di halaman Kantor Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Senin (8/12) pagi.

Supri Bangal, Korlap aksi menandaskan adanya indikasi kuat Kepala Desa Guluk-Guluk, yakni Ikbal telah dengan sengaja menggelapkan raskin sejak dirinya menjabat.

Pantauan di lapangan, setelah puas beroasi, ratusan massa berusaha membobol pagar kantor kecamatan yang di pagar betis sejumlah aparat kepolisian Polres Sumenep. Massa demonstran meminta Camat setempat segera keluar menemui para pengunjuk rasa.

Setelah terjadi negosiasi dengan pihak aparat akhirnya beberapa perwakilan warga yang berjumlah 10 orang di perkenankan masuk ke kantor kecamatan guna melakukan audiensi dengan pihak kecamatan.

Dari hasil pertemuan warga pengunjuk rasa dan pihak kecamatan, akhirnya terbongkar jika raskin di Desa Guluk-Guluk 100 persen sudah di tebus semua namun tidak pernah sampai ke tangan warga. Kalaupun ada, hanya sebagian kecil saja yang menikmati beras miskin tersbut.

“Tadi pak Camat mengakui jatah raskin 2014 untuk Desa Guluk-Guluk sudah di tebus semua. Maka kesimpulannya benar, Kepala Desa Guluk-Guluk telah menggelapkan raskin masyarakat”, tandasnya.

Pihaknya mengancam akan melakukan aksi lebih besar lagi ke Kantor Pemkab dan Kantor Kejaksaan Negeri Sumenep, supaya kasus dugaan penggelapan raskin Desa Guluk-Guluk segera di proses hukum dan mengadili kades bersangkutan.

Sementara Sumarsono, Camat Guluk-Guluk, Sumenep di konrimasi awak media mengakui penebusan jatah raskin untuk Desa Guluk-Guluk sudah selesai 100 persen.

“Raskin desa Guluk-Guluk sudah di tebus semua kok. Malah kami sudah mewarning Kades Ikbal segera menyalurkannya ke masyarakat penerima manfaat”, terang Sumarsono.

(G2k/fer)

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM