Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURA EXPOSE, SUMENEP–Para penyidik di Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep patut diapresiasi dalam upaya memberantas kasus dugaan pungli prona tanah yang kini berganti nama menjadi Pengurusan Pendaftaran Tanah Sistemik Lengkap (PTSL).

Kejari Sumenep, Bambang/Istimewa

Beberapa waktu lalu,Kejari Sumenep telah menyeret Kepala Desa Kertasada sebagai tersangka. Dalam kasua yang sama, dua kepala desa lainnya terancam menyusul,yakni Kepala Desa Aeng Panas dan Kepala Desa Prenduan.

Paslnya, penyidik akan meningkatkan proses penyelidikan sebelumnya menjadi “penyeldikan khusus). Proses ini bagian dari mikanisme hukum sebelum menentukan dua oknum Kades dalan kasus prona itu ditetapkan sebagai tersangka.

“Untuk menentukan tersangka, kami akan naikkan Status penyelidikan umum ke penyelidikan khusus,” demikian Bambang Panca Wahyudi Hariadi, Kepala Kejari Sumenep kepada awak media.

Bambang memastikan, dalam proses penanganan kasus dugaan pungli Desa Aeng Panas dan Desa Prenduan ini sudah melibatkan puluhan saksi yang telah periksa penyidik untuk dimintai keterangan.

“Keterangan para saksi sangat penting dalam proses penyelidikan untuk menemukan tersangka,” timpalnya.

Untuk diketahui, saat ini Kepala Desa Kertasada Kalianget, Dekky Candra Permana sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sempat dititipkan dirumah tahanan kelas II B Sumenep oleh pihak Kejaksaan Negeri setempat ,karena dianggap telah memenuhi dua alat bukti.

“Tersangka kami tahan dan kami titipkan di Rutan Klas II B Sumenep karena memenuhi dua alat bukti,”ujar Kasi Pidsus Kejari Sumenep, Herpin Hada dalam keterangan sebelumnya kepada awak media.

Akibat ulah Kades Kertasada, ditemukan adanya dugaan perbuatan melawan hukum yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 157 juta. 

(mea/dbs/fer)

HotNews:  Babinsa Giligenting Hadiri Acara Selamatan di rumah Warga Binaan