MADURA EXPOSE—Ancaman relokasi atau pemindahan para pedagang kaki lima (PKL) Taman Adipura atau lebih dikenal Taman Bungan Sumenep benar-benar membuat mereka cemas dan terancam kehilangan penghasilan melimpah dari berkah jualan menjelang lebaran hingga Idul Fitri.

Sejumlah PKL yang dihubungi Madura Expose menyampaikan kegelisahannya dan berharap pihak pemerintah daerah tidak tergesa-gesa melakukan pemindahan yang direncanakan ke Lapangan Giling, yang terletak di Jl.KH.Agus Salim, Pangarangan, Sumenep Kota.

“Kami para PKL Taman Bunga sepakat menolak dipindah dengan alasan apapun. Ini adalah mata pencaharian kami, dan selama berjualan disini, kami senantiasa menjaga kebersihan taman”, terang seorang perempuan yang sudah bertahun-tahun menjadi PKL di Taman Bunga Sumenep kepada Madura Expose, Minggu 24 April 2016.

Sebelumnya, Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengklaim tak ada satupun pedagang kaki lima (PKL) Tamang Bunga (Adipura) Sumenep yang menolak rencana pemerintah daerah yang akan merelokasi lapak mereka ke lapangan Giling Sumenep.

“Tidak ada PKL Taman Bunga yang keberatan direlokasi. Yang keberatan itu wartawan”, terang Wabup Fauzi saat dikonfirmasi diruang kerjanya.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Menurut Fauzi, relokasi PKL Taman Bunga ini dilakukan karena sudah melanggar Perda sejak pemerintahan sebelumnya belum dilakukan penertiban. Kendati demikian ponakan Said Abdullah, Anggota DPR RI ini menolak pemindahan PKL itu dengan istilah penggusuran.[R11/Fer]