MADURAEXPOSE.COM— Pengusiran terhadap sejumlah wisatawan asing yang terdiri kaum perempuan itu membuat banyak kalangan di Sumenep mengaku kaget. Meski enggan berkomentar, namun mereka mengaku prihatin dengan adanya insiden tersebut.

Sementara Ketua Takmir Masjid Agung (Masjid Jamik) Kota Sumenep, dalam keterangannya kepada awak media membenarkan adanya pengusiran terhdap wisman (wistawan mancanegara) tersebut dengan alasan tidak sopan alias tidak menutupi aurat. Jumlah wisatawan tersebut, secara keseluruhan berjumlah 40 orang dan mayoritas kaum hawa. Para Wisman tersebut merupakan tamu kehormatan dari Kantor Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga (Disparbudpora) Sumenep.

“Ini tempat suci sebagai tempat ibadah umat muslim. Siapapun yang berkunjung harus mentaati aturan. Menutup aurat wajib hukumnya,” bebera Hussin Satriawan, Ketua Takmir Masjid Jamik Sumenep, Madura, Jawa Timur, Selasa (7/3/2017).

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Kemarahan para pengurus masjid itu, lanjut Hussin, karena pihak penyelenggara (Dsibudparpora) dianggap telah mengabaikan surat yang dikirimkan pihaknya, jauh hari sebelum kedatangan wisatawan berambut pirang tersebut.

“Jauh hari sebelumnya, kami sudah melayangkan surat edaran kepada Disparbudpora Sumenep. Isinya, seluruh pwngunjung agar berpakaian dan sopan serta tidak membuka aurat. Kemudian bagi turis yang haid agar tidak memasuki gerbang Gapura masjid. Tapi nyataannya wisatawan itu dengan hanya memakai celana pendek dan sepatu tidak lepas menginjak tempat suci,” tandasnya.

Semenatra Sufianto, Kepala Disbudparpora, hingga berita ini diunggah belum memberikan tanggapan, terkait pengusiran puluhan wisatawan asing tersebut. [Ima/Tim]