Jelang Pilkada DKI Putaran Kedua, Wisatawan Asing Diusir dari Masjid Agung Sumenep

Terbit: 7 Maret 2017 | 20:25 WIB

MADURAEXPOSE.COM— Pengusiran terhadap sejumlah wisatawan asing yang terdiri kaum perempuan itu membuat banyak kalangan di Sumenep mengaku kaget. Meski enggan berkomentar, namun mereka mengaku prihatin dengan adanya insiden tersebut.

Sementara Ketua Takmir Masjid Agung (Masjid Jamik) Kota Sumenep, dalam keterangannya kepada awak media membenarkan adanya pengusiran terhdap wisman (wistawan mancanegara) tersebut dengan alasan tidak sopan alias tidak menutupi aurat. Jumlah wisatawan tersebut, secara keseluruhan berjumlah 40 orang dan mayoritas kaum hawa. Para Wisman tersebut merupakan tamu kehormatan dari Kantor Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga (Disparbudpora) Sumenep.

“Ini tempat suci sebagai tempat ibadah umat muslim. Siapapun yang berkunjung harus mentaati aturan. Menutup aurat wajib hukumnya,” bebera Hussin Satriawan, Ketua Takmir Masjid Jamik Sumenep, Madura, Jawa Timur, Selasa (7/3/2017).

Kemarahan para pengurus masjid itu, lanjut Hussin, karena pihak penyelenggara (Dsibudparpora) dianggap telah mengabaikan surat yang dikirimkan pihaknya, jauh hari sebelum kedatangan wisatawan berambut pirang tersebut.

“Jauh hari sebelumnya, kami sudah melayangkan surat edaran kepada Disparbudpora Sumenep. Isinya, seluruh pwngunjung agar berpakaian dan sopan serta tidak membuka aurat. Kemudian bagi turis yang haid agar tidak memasuki gerbang Gapura masjid. Tapi nyataannya wisatawan itu dengan hanya memakai celana pendek dan sepatu tidak lepas menginjak tempat suci,” tandasnya.

Semenatra Sufianto, Kepala Disbudparpora, hingga berita ini diunggah belum memberikan tanggapan, terkait pengusiran puluhan wisatawan asing tersebut. [Ima/Tim]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *