
Sorotan Kritis Warga Dapil V: Setelah Bertahun-Tahun, Pantai Wisata Kebanggaan Masih Terjebak Stagnasi!
A. Pengantar: Kritik Abadi dari Bumi Cemara Udang
Pantai Lombang di Kecamatan Batang-batang, Sumenep, Madura, Jawa Timur, adalah permata pariwisata yang dikenal dengan deretan Cemara Udang yang eksotis. Namun, keindahan alam tersebut selalu dibayangi oleh masalah klasik yang terkesan ‘abadi’: infrastruktur yang rusak dan pengelolaan yang stagnan.
Keluhan ini, yang sejatinya sudah mengemuka bertahun-tahun lalu—bahkan sejak reses Anggota Komisi II DPRD Sumenep, H. Masdawi, di lokasi pada Senin, 19 November 2018—tetap relevan hingga hari ini. Kritik warga Dapil V (Gapura, Batang-batang, Batu Putih, Dungkek) adalah cerminan dari frustrasi publik terhadap lambannya gerak Pemkab.
B. Tiga Dosa Utama Pengelolaan Wisata Lombang
Dalam sesi serap aspirasi (reses) yang dihadiri puluhan konstituen, tiga isu utama menjadi sorotan tajam yang menuntut perubahan segera:
1. 🛑 Infrastruktur Jalan: Janji Pembangunan yang Berkarat
Warga mengeluhkan kondisi jalan menuju Pantai Lombang yang rusak parah dan terkesan dibiarkan bertahun-tahun. Meskipun Politisi Partai Demokrat, H. Masdawi, pada saat itu pernah menjanjikan bahwa anggaran pembangunan jalan telah disiapkan dan akan direalisasikan pada tahun 2019, kenyataannya, perbaikan jalan kerap kali tidak optimal atau bahkan tertunda.
“Jalan masih rusak dan dibiarkan. Bagaimana wisatawan mau datang jika aksesnya sulit? Ini bukan masalah baru, ini masalah yang sudah berkarat,” tegas Mahmud, salah satu perwakilan warga.
2. 🐴 Penertiban Kuda Liar: Isu Kebersihan dan Kenyamanan yang Terabaikan
Keberadaan kuda-kuda yang berkeliaran secara “liar” di area pantai menimbulkan masalah serius terkait kebersihan dan kenyamanan pengunjung. Warga menyoroti kotoran kuda yang bisa buang air sembarangan, bahkan saat pengunjung sedang menikmati makanan.
Permintaan untuk segera membuat area parkir khusus kuda dan zona-zona penertiban adalah tuntutan mendasar yang menunjukkan bahwa aspek sanitasi dan tata kelola lingkungan wisata masih jauh dari standar profesional.
3. 📉 Stagnasi Pengelolaan: Desakan Swastanisasi yang Tak Kunjung Terwujud
Keluhan fundamental lainnya adalah perkembangan fasilitas wisata yang terkesan lambat dan stagnan. Warga menilai pengelolaan oleh pemerintah daerah jauh lebih lambat dibandingkan jika dikelola oleh pihak swasta.
Menanggapi hal ini, H. Masdawi, yang dikenal sebagai politisi vokal, telah mendesak agar Pemkab Sumenep segera memberikan peluang pengelolaan kepada pihak ketiga (swasta).
“Jika dipihak ketigakan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan naik tiga kali lipat dan perkembangan fasilitas akan jauh lebih cepat. Tinggal kemauan pemerintah saja,” ungkap Masdawi.
C. Agitasi Politik: Menguji Komitmen Pemerintah Daerah
Artikel ini bukan sekadar laporan, melainkan sebuah desakan politik. Stagnasi Pantai Lombang adalah simbol dari minimnya terobosan dan ketidakseriusan pemerintah daerah dalam menggarap potensi pariwisata.
Pemerintah daerah ditantang untuk membuktikan komitmennya. Apakah mereka akan terus membiarkan aset berharga ini tenggelam dalam masalah infrastruktur lama dan birokrasi yang lambat, atau segera bertindak nyata?
Tiga poin yang harus segera dilakukan Pemkab Sumenep:
Realisasi Percepatan Swastanisasi: Segera tindak lanjuti usulan kerjasama dengan pihak ketiga yang ‘dinotariskan’ agar tata kelola menjadi profesional dan cepat.
Audit Infrastruktur Mendesak: Pastikan janji perbaikan jalan utama menuju Lombang benar-benar tuntas dan berkualitas, bukan sekadar proyek tahunan.
Penataan Zona Sanitasi: Wujudkan zona-zona khusus untuk kuda guna menjamin kebersihan dan kenyamanan maksimal bagi para wisatawan.
Warga dan konstituen Dapil V hanya menginginkan satu hal: Wisata Lombang harus maju!

![Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose] Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776313265/rapat-paripurna-dprd-sumenep-pandangan-umum-fraksi-raperda-2026_y5t0s6.jpg)

![Dandim 0827/Sumenep menyerahkan unit truk operasional kepada KDKMP guna menunjang kelancaran distribusi komoditas pertanian perdesaan. [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Dandim 0827/Sumenep menyerahkan unit truk operasional kepada KDKMP guna menunjang kelancaran distribusi komoditas pertanian perdesaan. [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1777353646/kodim-sumenep-serahkan-truk-kdkmp_ijgruy.jpg?_s=public-apps)
![Sinergi Lapangan: Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, memantau langsung progres pembangunan jembatan gantung di Ambunten Tengah dan validasi lapangan program rehabilitasi Rutilahu di wilayah Kecamatan Rubaru, Sabtu (25/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Sinergi Lapangan: Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, memantau langsung progres pembangunan jembatan gantung di Ambunten Tengah dan validasi lapangan program rehabilitasi Rutilahu di wilayah Kecamatan Rubaru, Sabtu (25/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1777177675/dandim-sumenep-tinjau-jembatan-ambunten-dan-rutilahu_r7cgu7.jpg)
![Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa] Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776790830/jch-pamekasan-siap-berangkat-haji_cfrc73.jpg)
![Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose] Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776788312/sidak-minyakita-pasar-anom-sumenep-2026_ora5xq.jpg)
![10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose] 10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776787040/sensus-ekonomi-2026-bps-sumenep-akurat_ws5jnl.jpg)
![Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose] Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776786041/polres-sumenep-rakor-bbm-sembako-2026_ck9mx1.jpg?_s=public-apps)