Pada hari Senin tanggal 5 September 2016 Pukul 14.40 WIB bertempat di ruang rapat Kantor Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep Jl. Mahakam No. 29 A telah dilaksanakan pertemuan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep dengan tim dari Mabesad yang dihadiri 20 orang.

B. Pertemuan tersebut dihadiri oleh :

1. Kolonel Arh Zhakaria.
2. Kolonel Inf Naswardi Ilham.
3. Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Budi Santosa, S.Sos.
4. Kadis Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep, Ir. Bambang Heriyanto, M.Si.
5. Kabid dan Staf Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep.

C. Dalam pertemuan tersebut diawali penyampaian Kolonel Arh Zhakaria yang intinya :

1. Upaya untuk mengoptimalkan serap gabah bagi petani.
2. Peningkatan hasil panen sehingga diperlukan metode tanam.
3. Optimalisasi penyerapan gabah agar dapat mencapai target.

D. Penyampaian Kolonel Inf Naswardi Ilham yang intinya :

1. Optimalisasi penyerapan gabah dari petani ke Bulog.
2. Maksimalkan sinergitas agar tidak ada penyimpangan.
3. Meningkatkan penghasilan panen sehingga dapat meningkatkan stok Nasinal dan dapat di salurkan bagi orang miskin.
4. Konfersi serap gabah menjadi beras.

E. Penyampaian Dandim 0827/Sumenep yang intinya :

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

1. Apa yang disampaikan oleh tim Mabesad sudah kita laksanakan.
2. Tradisi menjual Gabah/beras utnuk masyrakat Sumenep merupakan hal yang tidak lumrah, karena beras hanya di konsumsi sendiri.
3. Kodim 0827/Sumenep sudah bekerja sama dengan Disperta Sumenep dalam upaya serap gabah.
4. Kebijakan dalam bidang Pertanian harus di tekankan dari pusat karena walaupun sudah ada MoU akan tetapi pelaksanaannya kurang maksimal.

F. Penyampaian Dinas pertanian tanaman Pangan Kabupaten Sumenep, Ir. Bambang Heriyanto, M.Si yang intinya :

1. Kabupaten Sumenep memiliki banyak kelompok tani dan penyuluh, dengan adanya MoU dengan Panglima TNI kami merasa sangat terbantu.
2. Petani Madura sulit untuk menanam padi hingga 3 kali tanam dalam satu tahun, karena di madura masih ada komoditas dari penanam tembakau akan tetapi petani tembakau sudah banyak beralih ke tanam padi karena harga tembakau saat ini tidak baik.
3. Sistem tanam padi tidak bisa secara berturut turut akan tetapi sistem secara selang seling.

G. Laporan dari Kabid Agri Bisnis Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep, H. Hafi terkait Kecamatan yang sudah siap dalam pelaksanaan serap gabah antara lain :

1. Serap Gabah di Kecamatan yang sudah siap dikunjungi antara lain :

a. Kecamatan Dungkek 10 Ton.
b. Kecamatan Pasongsongan 8 Ton.
c. Kecamatan Ambunten sebanyak 3 Ton.

2. Sedangkan untuk Kecamatan yang akan mempersiapkan serap gabah antara lain :

a. Kecamatan Ganding 8 ton.
b. Kecamatan Lenteng 6 ton.
c. Kecamatan Gapura 5 ton.
d. Kecamatan Kota 10 ton