Scroll untuk baca artikel
Hot Expose

Isu Makar Berbuntut Desakan Evaluasi Kapolri

Avatar photo
81
×

Isu Makar Berbuntut Desakan Evaluasi Kapolri

Sebarkan artikel ini
Ist.Ahok dan Tito Karnavian,Kapolri/Istimewa

Isu makar belakangan mengemuka seiring rencana demonstrasi yang bakal digelar pada 2 Desember 2016 mendatang. Isu ini kali pertama dimunculkan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Tito Karnavian.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Benny K Harman mengaku kecewa dengan kinerja Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian terkait penyikapan persoalan terkini yang muncul di masyarakat. Menurut dia, informasi soal makar yang disampaikan tanpa melalui kajian yang matang.

“Kalaupun ada laporan intelejen sebaiknya laporan tersebut dikaji terlebih dahulu secara matang kemudian dibuat pernyataan ke publik. Karena pernyataan-pernyataan yang tidak berdasar tanpa dicek dan ricek akurasinya cenderung membuat masyarakat ekonomi kita panik,” ingat Benny di gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Kamis (24/11/2016).

Lebih lanjut Benny mengatakan akibat informasi makar tersebut, di tengah-tengah masyarakat muncul sikap saling curiga dan menciptakan iklim demokrasi yang tidak berkeadaban. “Makanya posisi Kapolri ini bukan tidak mungkin perlu ditinjau kembali. Jangan lupa, Kapolri itu diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dengan persetujuan DPR,” ingat politisi Partai Demokrat.

Menurut dia, semestinya informasi yang didapat Kapolri dikoordinasikan terlebih dahulu kepada Kemenko Politik Hukum dan Keamanan. Benny menyebutkan, Kemenkopolhukam membawahi sejumlah lembaga seperti Polri, BIN, hingga Kementerian Pertahanan. “Namun kenyataannya, pejabat negara lainnya membantah ada makar. Seperti Menkopolhukam dan Menhan,” sesal doktor bidang hukum ini.

------------------------