Internal Panwas Sumenep Ribut Soal Uang Honor

Terbit: 30 Maret 2016 | 06:49 WIB

MADURA EXPOSE—Sepandai-pandainya menyembunyikan bangkai, akhirnya tercium juga bau busuknya kepermukaan. Pepatah ini menggambarkan kekesalan sejumlah petugas Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Pilkada Sumenep 9 Desember yang mengaku kecewa karena honor mereka belum dicairkan oleh pihak Panwaslih Kabupaten.

“Kami sangat kecewa karena honor kami belum terbayar sepenuhnya. Tinggal dua bulan yang masih ngendon di Panwas Kabupaten”, ujar salah satu Panwascam sambil meminta identitasnya disembunyikan kepada Madura Expose.

Menurut pria yang juga mantan aktivis salah satu pergerakan mahasiswa Indonesia ini menyesalkan sikap Panwaslih Kabupaten Sumenep yang terkesan cuci tangan dengan belum terbayarnya honor mereka.

“Beberapa rekan kami sudah pernah menanyakan langsung permasalahan ini ke bagian elit Panwaslih Kabupaten, kenapa uang honor kami belum juga dibayar”, sesalnya.

Sementara Moh Amin, Ketua Panwaslu Kab Sumenep dikonfirmasi Madura Expose via telpon genggamnya mengakui belum terbayarnya honor para Panwascam Pilkada tersebut.

“Ya (belum dibayar) karena memang belum cair dari Pemkab (Sumenep)”, terang Moh.Amin, Ketua Panwaslih Kabuapaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. [Ferry Arbania]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *