Ilustrasi

MADURAEXPOSE.COM–Sekitar pertengahan bulan lalu, masyarakat Pamekasan dihebohkan dengan temuan adanya warung kopi milik Rahmah (51), warga Ganding, Kabupaten Sumenep yang terpaksa dibongkar petugas karena ketahuan menyediakan wanita setengah baya sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) di sebuah lokas dekat Pasar 17 Agustus, tepatnya di Kelurahan Bugih Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Dijelaskan Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Pamekasan, Madura, Yusuf Wibisona kepada awak media, penutupan tempat esek-esek berkedok warung kopi tersebut dilakukan setelah sebelumnya mendapat surat resmi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat agar dilakukan pembongkaran.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Karena terbukti (ada pelanggaran) sesua amanat Perda, kami tutup (warung kopi) ini,”ujarnya kepada awak media.

Sebelumnya, pihak Satpol PP mengaku mendapat laporan dari Laskar Pembela Islam (LPI) Pamekasan, terkait adanya warung esek-esek yang berkedok warung kopi tersebut. Dalam aksi penutupan warung maksiat tersebut, pihak penegak Perda mengaku berjalan lancar tanpa adanya perlawan dari pihak pemilik warung yang selama ini meresahkan tersebut. [dbs/fer]

Editor:Ferry Arbania
Sumber:—————-