Ilustrasi

MADURAEXPOSE.COM–Hampir tiga bulan sejak dilaporkan keluarga korban, W dan S yang diduga melakukan pemerkosaan terhadap seorang gadis yang masih duduk di bangku SMP asal Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget, sebut namanya Mayang (14).

Anehnya lagi, dari penuturan keluarga korban, para pelaku sering terlilhat berkeliaran bebas di wilayah Pasongsongan, Sumenep. Hal itu membuatnya kecewa dan kembali mendatangi Mapolres Sumenep guna menanyakan perkembangan akhir dari pelaporan keluarga korban yang dilakukan pada tanggal 23 November 2016 lalu.

“Informasi yang kami terima, W dan S masih belum ditangkap oleh Polisi. Bahkan kedua pelaku tersebut berada di Kecamatan Pasongsongan,” kata orang tua korban berinisial MY kepada awak media.

Wanita berjilbab ini mendesak pihak Polres agar segera menangkap semua pelaku pemerkosaan terhadap putrinya. Tak hanya itu, pihaknya juga meminta seseorang berinisial A, yang diduga menjadi perantara pertemuan antara korban dengan para pelaku supaya diringkus juga.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Tiap kali mau sekolah, anak saya selalu minta didampingi karena selalu diolok-olok temannya, bahwa kegadisan anak saya sudah terenggut. Kalau dirumah orangnya sering mengurung diri dikamarnya,”paparnya dengan tatapan mata berkaca-kaca. [Sam/Had/Fer]