Ini Penjelasan Bupati Busyro Soal Ripparkab 2017-2025

0
1210
Bupati Sumenep A.Busyro Karim didampingi Istrinya Nurfitriana BK./Istimewa.

MADURAEXPOSE.COM—Baru-baru ini Bupati Sumenep A.Busyro Karim mengeluarkan statemen yang cukup mengagetkan masyarakat luas, terkait rencana penerapan Pariwisata Syariah di Ujung Timur Pulau Madura tersebut, yang memang dikenal dengan banyaknya lembaga pendidikan madrasah dan Pondok Pesantren.

Suami Nurfitriana itu menargetkan sector adanya Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Kabupaten (Ripparkab) 2017-2025. Bahkan tidak menutup kemungkinan, pihaknya juga berencana melakukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) khusus pembangunan Kepariwisataan di Kabupaten Sumenep.

“Pengelolaan sector Pariwisata di Sumenep akan kami buatkan Ripparkab dan juga Raperda agar tetap menitik beratkan pada norma agama dan nilai-nilai budaya lokal,” ungkap Bupati Sumenep, DR. A Busyro Karim kepada awak meida, baru-baru ini.

Dr.A.Busyro Karim, Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Busyro membeberkan, draf penyusunan Raperda dan Ripparkab untuk dinasti wisata itu nantinya bertumpu pada empat pilar utama, yakni destinasi pariwisata, industri pariwisata, pemasaran pariwisata dan kelembagaan pariwisata.
“Empat hal tersebut nantinya akan menjadi pedoman bagi arah kebijakan dan strategi yang akan dilakukan oleh SOPD dalam menyusun programnya, sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing,” imbuhnya.

Dirinya menjelaskan secara rinci, bahwa untuk dunia usaha masyarakat, Rancangan Perda akan sangat diperlukan sebagai pedoman sekaligus petunjuk strategis dalam mengembangkan berbagai skema kemitraan yang akan dirajut oleh pihak Pemkab Sumenep dengan investor atau swasta.

“Sedangkan Ripprakab, akan menjadi penentu arah kebijakan dalam peningkatan kapasitas dan peras setera masyarakat dalam pembangunan kepariwisataan daerah,” tandasnya.

Sc.saat peluncuran VisitSumenep 2018/net.

Selain menjadi pedoman dalam peningkatan sector pariwasata, lanjut Busyro, dengan adanya Ripparkab, akan membantu masyarakat dalam melakukan pengembangan citra pariwisata itu sendiri.

“Target kita bagaimana Sumenep ini mampu menjadi destinasi wisata yang aman, nyaman. Endingnya akan mampu berdaya saing secara berkesinambungan dalam membangun kemitraan bidang pemasaran terpadu dan seterusnya,” tutup Bupati Busyro Karim. [Roi/Fer/***]

HotNews:  Saatnya Membangun Desa Lalangon Bersama Millennial Ria Permata Putri