Ini Kata Dishub Soal Kisruh Lapter Kangean

Terbit: 27 April 2016 | 12:03 WIB

MADURA EXPOSE—Kisruh dana pembebasan lahan seluas 7,1 hektar di Pulau Kangean ternyata sampai juga ditelinga Kepala Dinas Perhubungan (Ka Dishub) Sumenep, Moh. Fadillah.

Mantan Kepala BPBD ini membenarkan adanya sebagian pembayaran untuk pembebasan lahan seluas 7,1 hektar di Desa Paseraman, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Sumenep. Dana yang sudah digelontorkan hampir mencapai Rp1 miliar.
Fadilah juga tidak menampik apa yang disampaikan salah satu tokoh masyarakat, bahwa pembayaran dilakukan melalui rekening masing-masing pemilik lahan di desa setempat.

”Yang jelas proses ganti rugi telah direalisasikan melalui rekening masing-masing pemilik lahan,” terang Moh.Fadilah, Kepala Dishub Sumenep kepada awak media.

Adapun bentuk pembayaran pembebasan lahan pembanguan lapangan terbang di Kangean itu,lanjut Fadilah, direalisasikan dalam beberapa termin. Untuk tahap pertama, pembebasan lahan dilakukan untuk lahan seluas 7,1 hektar sedang sisanya akan diselesaikan tahun ini.

Sekedar mengingatkan, rencana pembangunan Lapter di Pulau Kangean Sumenep itu diprediksi akan menghabiskan lahan sedikitnya 18 hektar. Dari luas lahan yang ada, 30 persen diantaranya merupakan tanah negara atau tanah adat. [A82/FER]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *