Ini Alasan Wafiqah Jamilah Dukung Mantan Suaminya, Busyro Karim

0
1294
Wafiqah Jamilah alias Nyai Mila dan suami syahnya Romi Dombela/Istimewa

MADURAEXPOSE.COM- Sumenep– Wafiqah Jamilah mantan istri A. Busyro Karim yang kini merupakan calon Bupati yang berpasangan dengan Achmad Fauzi, menyatakan dukungannya kepada mantan suaminya pada Pilkada 2015. Bahkan Nyai Hj. Wafoqah Jamilah yang akrab dipanggil Nyai Mila ini mulai melakukan sosialisasi kepada masyaraka untuk memberikan dukungan kepada Paslon nomor urut 1 (satu) yang diusung oleh PKB dan PDI Perjuangan, serta didukung Partai Nasdem.

“Sejak akhir Oktober 2015, saya sudah turun ke masyarakat, bahkan saay juga meminta masyarakat untuk memberikan dukungan kepada Paslon nomor urut 1 (satu), A Busyro Karim-Ahmad Fauzi,” kata Hj Wafiqah Jamilah, Selasa (10/11/2015), kepada sejumlah wartawan.

Lanjut Kordinator Dakwah Muslimat NU Jawa Timur ini, Alasan dirinya mendukung mantan suaminya itu karena ada kedekatan emosional yang kuat dan demi kemajuan Sumenep kedepan. Sebab, A Busyro Karim dinilai seorang pemimpin yang memiliki karakter baik dan pantas untuk diberi dukungan.

“Kalau soal kekurangan, setiap manusia pasti memilikinya, tapi kalau paslon nomor satu ini, kalau nanti jadi Bupati lagi dan ada kekeliruan, saya bisa langsung menegornya. Saya tahu betul beliau yang memang selalu memiliki tujuan mulai, sebab selama 23 tahun saya hidup bersamanya, beliau selalu memikirkan bagaimana Sumenep bisa lebih maju dan masyarakatnya sejahtera, itu yang selalu ada di pikiran abuya,” ungkapnya.

Alasan yang penting memberikan dukungan terhadap paslon nomor urut 1 (satu) ini, dikarenakan adanya kesamaan tujuan dalam memajukan Kabupaten Sumenep, untuk lebih baik dan masyarakatnya sejahtera.

“Kalau saya lihat, paslon nomor urut satu ini memang yang lebih baik, makanya saya rela setiap hari minimal 5-6 titik yang saya datangi hanya untuk meminta dukungan kepada masyarakat,” ujarnya.

Wafiqah Jamilah yang akrab dipanggi Mila ini menambahkan, Untuk penggalangan dukungan difokuskan pada kalangan perempuan, karena selama ini memang sudah ada kedekatan emosional dengan kaum perempuan.

“Saya memang fokus kepada kaum hawa, karena selama ini mereka selalu dekat dengan saya, bahkan saya anggap mereka seperti saudara sendiri,” ucapnya.

Untuk kepentingan Sumenep kedepan, Perempuan yang pernah menjadi Ketua Muslimat dan Fatayat NU ini, akan terus berjuang. Bahkan dia lebih mengutamakan kepentingan masyarakat dibandingkan dengan kepentingan pribadinya.

“Saya menginginkan Sumenep ini menjadi sumber mata air, bukan sumber air mata, makanya kita tinggalkan dulu persoalan pribadi untuk kepentingan bersama,”imbuhnya.

(ron/newsmadura)