Imbas Kenaikan BBM, Tukang Perahu Nelangsa

Terbit: 13 April 2015 | 07:02 WIB

Sumenep, MaduraExpose.com- Dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh rezim pemerintahan presiden Jokowi benar-benar dirasakan masyarakat kecil sangat mencekik.

Bayangkan saja, tarif perahu untuk penyebrangan pulau kecil melalui pelabuhan Cangkerman, Kecamatan Saronggi dengan trayek Pulau Gili Raja, Kecamatan Gili Genting ikut merangkak naik.

Situasi ini tak hanya memberatkan para penumpang, melainkan juga dirasakan oleh para pemilik perahu di kawsan tersebut. Tak tanggung-tanggung, kenaikan tarif perahu hingga seribu rupiah.

“Akibat kenaikan BBM, pemasukan kami turun drastis karena penumpang kian menyusut. Walau dengan sangat terpaksa, kami menaikkan tarif sebanyak Rp 1000 dari sebelumnya. Ini dilakukan karena BBM dinaikkan lagi oleh pemerintah”, ujar Sudarso, pemilik perahu kepada MaduraExpose.com.

Menurut Sudarso, naiknya tarif sebanyak seribu rupiah itu sebenarnya tidak terlalu besar bagi kelas tertentu. Namun bagi penumpang berpenghasilan tidak tetap dan ekonomi pas-pasan, pasti dirasa sangat memberatkan. Kendati demikian, lanjut Darso, panggilan akrab tukang perahu ini, dinaikkannya tarif perahu itu sebenarnya tidak terlalu membantu menutupi biaya operasional tiap harinya.

“Sudah tidak ada pilihan. Naik seribu bukan berarti pemilik perahu untung. Malah pas-pasan dan kalaupun ada hasilnya sangat tipis dibanding biaya operasional BBM. Disisi lain, kami tidak berani menaikkan tarif lebih dari seribu, karena khawatir penumpang akan protes”, imbuhnya.

Untuk diketahui, perjalanan laut dari Pelabuhan Cangkerman menuju Pelabuhan Giligenting memerlukan waktu kurang lebih satu jam 15 menit, hanya dengan ongkos atau tarif sebesar Rp 10 ribu per orang.

“Sebelumnya per penumpang kami patok Rp 9 ribu. Karena solar naik, ongkos perahu kami naikkan juga. Tapi ini malah penumpangnya ikut-ikutan sepi Mas”, tukas Darso penuh keluh kesah.

Menurunnya penumpang perahu itu hampir dirasakan oleh seluruh pemilik jasa angkutan laut jenis perahu. Apalagi dalam jarak tempuh 1,5 jam, beber Darso, membutuhkan pasokan solar sedikitnya 8 liter untuk sekali jalan pulang pergi (PP).

“Ongkos barang terpaksa juga dinaikkan menjadi RP 2000 untuk satu unit speda motor. Sebelumnya hanya seribu.Capek deh kalau BBM naik terus”, gerutunya saat memotong percakapan dengan pihak MaduraExpose.com.

(M2D/FER)

 

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *