MaduraExpose.com, – Sejumlah warga Desa Beluk Raja, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, melakukan aksi ke panitia Pilkades setempat, Kamis (19/9/2019) pagi.

Mereka bersama salah seorang pendaftar calon kades Beluk Raja, Supandi, menyampaikan temuan kejanggalan pada administrasi calon lainnya yang dinilainya tidak sesuai dengan Perbup Nomor 54 Tahun 2019.

“Saya ingin memastikan bahwa semua calon tidak bermasalah pada kelengkapan administrasinya. Sebab, kami temukan banyak kejanggalan dokumen para calon,” kata Supandi.

Ada tiga calon yang disebut-sebut administrasinya bermasalah. Salah satunya bertitel sarjana, tapi tidak melampirkan dokumen kesarjanaannya.

“e-KTP dan KK bergelar S.Sos, di dokumen lamaran tidak melampirkan ijazah S1. Daftar riwayat hidup juga menjelaskan sebagai S1,” urainya dengan nada bertanya-tanya.

Begitu juga calon lainnya, ada yang ijazah paket B tidak dilengkapi legalisir dari Dinas Pendidikan, penulisan tanggal lahir di daftar riwayat hidup tidak sesuai dengan e-KTP dan KK.

“Bahkan, yang fatal juga pada tanda tangan surat keterangan hasil pemeriksaan narkotika yang diterbitkan BNNK Sumenep sangat berbeda. Nama dokternya satu, tanda tangannya beda-beda, jauh dari mirip. Kan aneh,” ujarnya.

Ia bersama pendukungnya tidak hanya menyampaikan protes ke pihak panitia Pilkades setempat. Namun, kepada panitia pilkades tingkat kabupaten juga sudah melaporkan.

“Dengan fakta-fakta itu, panitia berhak untuk tidak menetapkan sebagai calon kades. Sebab, tidak ada ruang dan waktu untuk perbaikan administrasi. Ingat, ini amanah Perbup,” tandasnya.

Saat menggelar aksi, pihak panitia Pilkades Beluk Raja bersama Camat Ambunten, Agus Diharjo Putra, menemui mereka dengan pengawalan ketat aparat kepolisian gabungan dari Polsek Ambunten dan Polres Sumenep serta TNI.(pmc)

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM