Oleh: Moh. Syaihol Hadi (Sekretaris Umum HMI Cabang Sumenep)

Dalam upaya menyikapi kasus yang terjadi di Kendari, HMI Cabang Sumenep melakukan langkah antisipatif dengan meminta kepada dinas kesehatan Sumenep untuk segera hadir di tengah masyarakat dan menyuarakan bahaya Pil PCC sekaligus mensosialisasikan cara pemakaian atau berobat yang sehat kepada masyarakat

Disamping itu meminta kepada BNN untuk siap siaga untuk melakasanakan tugas administrasi penyelidikan dan penyidikan terhadap kemungkinan besar merambahnya kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap Pil PCC ini.

Di Kabupaten Sumenep dan segera membuat langkah koordinatif dengan pihak Kapolres Sumenep dalam upaya pencegahan dan pemberantasan.

Disamping itu HMI Cabang Sumenep mendesak BNN untuk mngidentifikasi zat berbahaya ini dan segera menetapkannya sebagai zat yang tergolong zat adiktif mengingat bahaya Pil PCC ini menelan korban anak remaja.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara terdapat sekitar 60 korban dari penyalahgunaan obat PCC.
Korban dirawat di RSJ Kendari (46 orang), RS Kota Kendari (9 orang), dan RS Provinsi Bahteramas (5 orang). Rata- rata korban penyalahgunaan Pil PCC ini berusia 15-22. (***)

(Ferry)