Heboh, Mobil Pengangkut Mayat di Sumenep Ngangkut Keramik

Terbit: 22 November 2017 | 20:35 WIB

Maduraexpose.com- Sebuah Mobil ambulance dengan nopol M 8033 VP yang sedang parkir di jalan Teuku umar, Desa Pandian, Kecamatan Kota, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Rabu (22/11/2017) sekitar pukul 16.00 Wib sedang digunakan mengangkut kramik.

Pantauan media ini, terlihat dua pria memakai baju dinas sedang berdiri mengawasi seorang kuli angkut saat memasukkan kramik ke dalam mobil plat merah tersebut.

Bahkan, di dalam mobil terlihat, ada beberapa orang yang sibuk merapikan kramik yang belum diketahui hendak dibawa kemana, namun dari nama yang tertera disamping kendaraan, ambulance tersebut diduga merupakan mobil dinas puskesmas Lenteng.

Sementara dr. A Fathoni, Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Sumenep dikonfirmasi melalui telpon genggamnya membenarkan adanya mobil ambulance yang mengangkut keramik.

“Itu nggak apa-apa Mas. Karena ambulance bukan hanya untuk mengangkut mayat atau orang sakit, “ujarnya saat dikonfirmasi MaduraExpose.com sekitar pukul 20.20 wib melalui telpon selulernya.

Fathoni menambahkan, saat itu mobil ambulance sedang membawa orang sakit. Dan pulangnya keramik itu diangkut melalui kendaraan yang saat ini viral di media online.

“Kebetulan bawa orang sakit. Nah, soal keramik itu nggak masalah apalagi mau dipasang dirumah praktek dokter , “tandasnya. (pji/fer)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *