JAKARTA, (MaduraExpose.com) – Ibu Pertiwi tengah berduka sedalam-dalamnya. Sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas berpulangnya Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, pada Senin, 2 Maret 2026, Negara secara resmi menyerukan masa berkabung. Melalui pengumuman resmi Sekretariat Negara (@KemensetnegRI), masyarakat di seluruh pelosok tanah air diminta untuk mengibarkan bendera merah putih setengah tiang sebagai tanda penghormatan terakhir.
Secara Teori Administrasi Protokoler Negara, pengibaran bendera setengah tiang selama tiga hari berturut-turut (2 s.d. 4 Maret 2026) adalah manifestasi dari pengakuan atas dedikasi luar biasa almarhum bagi kedaulatan bangsa. Jenderal Try Sutrisno bukan sekadar mantan pejabat tinggi; beliau adalah jangkar integritas yang menjaga muruah militer dan sipil dalam harmoni yang teduh.
Hari Berkabung Nasional: Jeda Sejenak untuk Meneladani

Penetapan status Hari Berkabung Nasional mengajak kita semua untuk sejenak berhenti dari hiruk-pikuk politik dan merenungkan warisan nilai yang ditinggalkan almarhum. Pak Try mengajarkan bahwa pengabdian kepada negara adalah jalan sunyi yang tidak butuh panggung kebisingan, melainkan ketulusan dalam bekerja.
Bagi kita di (MaduraExpose.com), momen ini adalah waktu yang tepat untuk meneladani sisi Humanis dan Kesantunan beliau. Di tengah derasnya arus informasi yang sering kali memecah belah, sosok Try Sutrisno berdiri sebagai jembatan yang mendinginkan suasana dengan senyum dan kebijaksanaannya yang khas.
Dalam rangka memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada Wakil Presiden ke-6 RI Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno yang telah wafat pada tanggal 2 Maret 2026 di Jakarta, masyarakat di seluruh pelosok Tanah Air dimohon untuk mengibarkan Bendera Negara setengah tiang… pic.twitter.com/A1cwPcGahu
— Sekretariat Negara (@KemensetnegRI) March 2, 2026
Doa untuk Sang Penjaga Amanah
Seluruh jajaran redaksi turut mendoakan agar perjalanan pulang almarhum ke haribaan Tuhan Yang Maha Esa senantiasa terang benderang, sebagaimana beliau menyinari jalan pengabdiannya selama ini. Selamat jalan, Jenderal. Indonesia akan selalu mengingat setiap butir keringat dan keteduhan hati yang telah Bapak berikan untuk bangsa ini.







