Tiket Pesawat ‘Mencekik’ di Bulan Suci: Akal-akalan Maskapai atau Kemenhub yang ‘Lalai’?

Terbit: 4 Maret 2026 | 17:25 WIB

JAKARTA, (MaduraExpose.com) – Polemik harga tiket pesawat domestik yang melonjak fantastis menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H kembali memicu kegaduhan publik. Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori, menyoroti anomali harga yang dinilai tidak masuk akal lantaran kenaikannya menembus angka 100 persen hingga berlipat-lipat dibanding hari normal. [4/3/2026].

Berdasarkan catatan ekonomi konstitusi, fenomena “harga selangit” ini merupakan pengulangan sejarah kelam akhir 2018. Defiyan menegaskan, alasan klasik maskapai yang menuding harga Avtur sebagai biang kerok sudah tidak lagi relevan. “Harga avtur Pertamina saat ini adalah yang termurah di ASEAN, bahkan Asia. Tidak ada alasan makro ekonomi terkait inflasi untuk memaklumi besaran fantastis di Maret 2026 ini,” tegasnya menanggapi data inflasi BPS yang justru cenderung stabil di angka 2,45 persen. [04/03/2026].

Domestik Lebih Mahal dari Internasional?

Secara administratif, publik patut mempertanyakan efektivitas Permenhub Nomor PM 20/2019 tentang Tarif Batas Atas. Pasalnya, tiket tujuan Jakarta-Singapura atau Bangkok justru dibanderol lebih murah (Rp1,1 juta – Rp3,6 juta) dibandingkan rute domestik seperti Jakarta-Medan atau Jakarta-Padang yang menembus angka Rp4 juta lebih untuk waktu tempuh yang relatif sama.

Kondisi ini menciptakan ironi bagi konsumen nasional. Di tengah klaim pemerintah akan memberikan diskon tiket 18 persen, fakta di lapangan justru menunjukkan maskapai nasional diduga menggunakan formula harga yang tidak transparan. Publik kini menanti ketegasan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk melakukan pengawasan ekstra ketat agar momentum mudik tidak melulu menjadi ajang “menguras kantong” rakyat secara sekonyong-konyong?. [*]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Anatomi Teror: Antara Residu Militerisme dan Supremasi Hukum

Terbit: 21 Maret 2026 | 03:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | LABORATORIUM NALAR – Peristiwa penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, di pelataran YLBHI bukan sekadar tindak pidana penganiayaan…

Kiamat Nalar 2026: Saat Algoritma Menjadi ‘Dajjal’ dan Gaza Jadi Laboratorium Terakhir Manusia

Terbit: 19 Maret 2026 | 13:11 WIB MADURAEXPOSE.COM – Peradaban sedang berada di titik nadir yang paling berbahaya. Ketika Joe Kent di Amerika Serikat membongkar kepalsuan intelijen yang menyeret Trump…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *