Lebaran ‘Mencekik’: Harga Pangan di Madura Mulai ‘Ugal-ugalan’?

Terbit: 17 Maret 2026 | 10:00 WIB

SUMENEP – Menjelang Idul Fitri 2026, fenomena klasik namun menyakitkan kembali berulang: harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Madura mulai merangkak naik tak terkendali. Dari beras hingga cabai rawit, tren kenaikan ini seolah menjadi “tradisi tahunan” yang gagal dijinakkan oleh kebijakan intervensi pasar.

Kenaikan harga ini bukan sekadar persoalan hukum pasar supply and demand, melainkan sinyalemen lemahnya rantai distribusi pangan menuju Pulau Garam.

Baca Juga: Ramadan Inklusif: ‘Tangan Dingin’ Said Abdullah Sasar Disabilitas!

Anomali Distribusi dan Beban Rakyat

Secara administrasi publik, kegagalan menstabilkan harga pangan di daerah kepulauan seperti Madura menunjukkan adanya Distributive Injustice. Meskipun stok nasional diklaim aman oleh Bulog, namun kenyataan di lapangan—khususnya di pasar-pasar di Sumenep dan Pamekasan—menunjukkan disparitas harga yang mencolok dibandingkan wilayah daratan Jawa.

Kenaikan harga beras premium yang kini menembus angka di atas rata-rata nasional adalah implikasi dari tingginya biaya logistik dan minimnya pengawasan terhadap spekulan di tingkat pengepul. Jika Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) tidak segera melakukan Market Intervention yang agresif, maka daya beli masyarakat Madura akan semakin tergerus di tengah persiapan hari kemenangan.

Menanti ‘Tangan Besi’ Pemerintah

Baca Juga: Cak Imin Lepas Mudik Gratis PKB: Tradisi Berbagi Bahagia Hingga “Kiamat”?

Kebijakan subsidi transportasi atau operasi pasar murah yang selama ini dilakukan seringkali hanya bersifat kosmetik dan tidak menyentuh akar persoalan. Dibutuhkan manajemen logistik yang terintegrasi antara pelabuhan dan pasar induk untuk memutus mata rantai tengkulak.

Baca Juga: MBS ke Trump: Jangan Kasih Kendur, ‘Penggal Kepala Ular’ Itu!

Masyarakat tidak butuh narasi “stok aman” jika di meja makan harga-harga tetap “mencekik”. Pemerintah daerah harus berani mengambil langkah ekstrem dalam mengamankan arus pangan, agar Lebaran tahun ini tidak hanya menjadi perayaan yang manis di mulut namun pahit di kantong.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Haji Her di Hyatt dan Teka-teki KPK

Terbit: 10 April 2026 | 00:00 WIB MADURAEXPOSE.COM – JAKARTA – Tokoh sentral industri tembakau Madura, Khairul Umam alias Haji Her, akhirnya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pusaran…

Beli Elpiji 3 Kg Pakai Retina Mata? Said Abdullah: Jangan Hamburkan Anggaran!

Terbit: 6 April 2026 | 23:20 WIB JAKARTA, MaduraExpose.com – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, melemparkan usulan revolusioner guna membendung kebocoran subsidi energi yang kian membengkak. Politisi…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *