Hak Kesehatan Merata: Bupati Fauzi Pastikan Dokter Spesialis Hadir di Kepulauan Sumenep

Terbit: 20 Juli 2025 | 06:55 WIB

SUMENEP, 20 Juli 2025 – Di tengah tantangan geografis yang memisahkan daratan dan lautan, Pemerintah Kabupaten Sumenep di bawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo terus mengukir komitmen kuat untuk memperkuat layanan kesehatan di wilayah kepulauan. Sebuah langkah nyata yang tak hanya berupa pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang pada sumber daya manusia: pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di RSUD Abuya-Kangean.

Bupati Sumenep, yang akrab disapa Cak Fauzi, memastikan Pemkab akan kembali membiayai pendidikan tiga dokter spesialis baru. Mereka kelak akan menjadi spesialis ke-5, 6, dan 7 yang merupakan buah dari program penyekolahan yang digagas Pemkab Sumenep. Langkah ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, empat dokter spesialis—tiga di antaranya putra daerah kepulauan dan satu dari daratan—telah lebih dulu mengenyam pendidikan berkat dukungan pembiayaan daerah.

“Ini bentuk komitmen kami agar masyarakat kepulauan bisa menikmati layanan kesehatan yang sama seperti warga di daratan. Kesehatan adalah hak, bukan privilese,” tegas Bupati Cak Fauzi, menegaskan filosofi di balik kebijakan progresif ini. Bagi orang nomor satu di Sumenep itu, ketersediaan dokter spesialis adalah kebutuhan dasar yang mutlak menentukan kualitas pelayanan sebuah rumah sakit, terutama di daerah terpencil. “Ini bagian dari strategi dan investasi jangka panjang untuk membangun kemandirian layanan kesehatan di RSUD Abuya-Kangean, Kepulauan Kangean,” jelasnya.

RSUD Abuya-Kangean saat ini memang sudah memiliki tujuh dokter spesialis. Namun, Cak Fauzi tak menampik, tiga di antaranya masih tergolong spesialis pendukung, sehingga kebutuhan akan spesialis dasar maupun penunjang lain tetap mendesak. Menjawab tantangan itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep telah berkomitmen untuk kembali menganggarkan pembiayaan bagi calon dokter spesialis baru pada tahun 2026. Fokus utama akan diberikan pada spesialis pendukung seperti anastesi, radiologi, dan patologi klinik—bidang-bidang krusial yang menopang diagnosis dan tindakan medis. “Tahun depan kita tambah 3 lagi. Pemerintah daerah akan membiayai pendidikan dokter spesialis demi menjamin pelayanan kesehatan yang maksimal bagi masyarakat kepulauan,” jelas Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.

Untuk sementara, demi memastikan layanan tetap berjalan optimal, keberadaan tujuh dokter spesialis di RSUD Abuya masih ditopang melalui sistem kontrak kerja sama dengan dokter-dokter dari RSU Dr. Soetomo Surabaya dan RS Brawijaya. “Langkah ini turut mendapat dukungan dari seluruh rumah sakit pemerintah di Provinsi Jawa Timur,” ungkap Bupati, menunjukkan sinergi kuat antar-lembaga kesehatan di provinsi.

Dengan upaya berkelanjutan ini, masyarakat kepulauan Sumenep tidak lagi diharapkan mengalami kendala dalam mengakses layanan spesialis. Lebih jauh, kebijakan ini juga bertujuan menjadikan RSUD Abuya-Kangean sebagai rumah sakit rujukan yang lebih mandiri dan siap menghadapi tantangan pelayanan kesehatan di masa depan. Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo bertekad menghadirkan layanan kesehatan yang merata, terutama di wilayah kepulauan yang selama ini kerap minim akses terhadap dokter spesialis.

Tak hanya itu, Bupati Cak Fauzi juga terus mendorong putra-putri daerah untuk kembali mengabdi di kampung halaman mereka setelah menuntaskan pendidikan spesialis. Sebuah strategi cerdas agar pelayanan kesehatan tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga dekat secara sosial dan budaya dengan masyarakat setempat. “Kami ingin masyarakat kepulauan tidak lagi kesulitan mendapatkan layanan dokter spesialis. Dengan menyekolahkan putra-putri daerah, kami sedang membangun masa depan pelayanan kesehatan yang mandiri dan berkelanjutan di RSUD Abuya-Kangean,” tegasnya.

“Investasi di bidang kesehatan bukan hanya soal alat dan bangunan, tapi tentang manusia yang siap mengabdi. Itulah sebabnya kami kirim mereka sekolah, agar suatu hari mereka kembali sebagai garda terdepan pelayanan,” pungkas Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, menggarisbawahi pentingnya sumber daya manusia sebagai aset paling berharga dalam mewujudkan pemerataan kesehatan.[dbs/gmn/fer]

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *