
Madura Expose, Sumenep– Anggota Komisi II dari Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumenep H. Masdawi menilai program Visit Sumenep 2018 serba tidak jelas kalau tidak ingin dibilang gagal.
“Maka tidak ada cara lain, Pemkab harus legowo angkat tangan dan serahkan saja program Visit Sumenep ini ke pihak ketiga, semisal pengusaha yang memang ahlinya. Itu penting demi kabupaten kita tercinta,” ujar H. Masdawi,anggota komisi II dari Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumenep saat mejadi pembicara di forum diskusi mingguan AJM, Senin 18 Oktober 2018.
Meski pihaknya mengusulkan agar pelaksanaan Visit Sumenep perlu dipihak ketigakan, namun hal itu jangan sampai merusak nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.
“Kalaupun dipihak ketigakan, pelaksanaan Visit Sumenep tidak harus diserahkan kepada investor asing. Pengusaha lokal juga banyak yang mampu kok,” tandas Masdawi meyakinkan.
Pihaknya juga mengoreksi lebih keras, bahwa salah satu indikasi yang mengarah gagalnya program visit adalah tidak jelasnya tema atau branding Visit yang ditawarkan ke publik.
“Wajar saja kalau banyak pihak mengatakan program visit ini gagal. Itu terjadi karena temanya juga nggak jelas,apa wisata religi, wista budaya atau apa. Kalau di Lombok jelas, brandingnya Wisata Halal,” paparnya menjelaskan lebih detil.
Selain mengusulkan agar visit Sumenep dipihak ketigakan, H. Masdawi juga mengusulkan agar Sumenep membentul Badan Promosi Wisata.
” Jadi nggak sreg dong, kalau cuma mengeluarkan duit banyak lewat Kominfo ataupun Humas Pemkab. Jadi perlu adanya Badan Promosi Wisata. Ini penting agar semua potensi wisata yang ada bisa ter-expose secara merata dan lebih luas,” imbuh politisi yang juga pengusaha kelas internasional ini.
Selain itu, H. Masdawi juga menyarankan agar mengevaluasi kemampuan Sumber Daya (SDM) Kepala Disbudparpora dan beberapa Pimpinan OPD terkait lainnya, yang dinilai kurang mampu menjalankan program Visit Sumenep secara maksimal.
“Kalau perlu, ganti sajan Kepala OPD yang tidak maksimal SDM nya. Banyak kok, pejabat Pemkab yang sangat ahli dibidangnya.,” sindir H. Masdawi disambut hangat awak AJM.
FERRY ARBANIA
ALIANSI JURNALIS MADURA (AJM)





![Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776667033/upacara-17an-kodim-0827-sumenep-april-2026_wuyqj7.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)