Pamekasan (MaduraExpose.com)- Meski Kemerdekaan Indonesia sudah mencapai 69 tahun, dalam tataran praktiknya, masih dinilai semu dan tersandera dalam belenggu.
#Makruf Malaka, Ketua GMNI Pamekasan, Madura (Foto:Addarori/MaduraExpose.com)
Refleksi itu disampaikan kalangan aktivisi Mahasiswa GMN Pamekasan, yang menilai kemerdekaan rakyat di bumi Madura itu masih belum sepenuhnya terwujud. Melainkan terampas oleh kebijakan pemerintah setempat yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada kepentingan masyarakat.
“Jika kemerdekaan dimaknai sebagai bebasnya masyarakat dari kegelisahan, keresahan dan kemakmuran, maka masyarakat pamekasan, hari ini, kemerdekaannya dalam belenggu 7 janji bupati yang tak terpenuhi dan malah mengabaikan”, demikian kecaman Makruf Malaka, Ketua GMNI Pamekasan kepada MaduraExpose.com.
Jika manusia sedang lupa dan perlu di ingatkan, imbuhnya, maka sudah sering dari elemen masyarakat mengingatkan namun kenyataannya sepeti daun talas terkena air.
Inilah 7 janji Bupati Pamekasan versi Ketua GMNI Pamekasan:
1). Mengalokasikan dana minimal Rp300juta/desa/tahun untuk membangun infrastruktur, ekonomi dan sumberdaya manusia.
2). Meningkatkan honor GTT, guru bantu disekolah swasta dan madrasah (pondol pesantren) setara dengan upah minimal kabupaten (RP.900.000,-) dengan sharing anggaran 50 persen, dari pemerintah provinsi.
3). Menyediakan dana talangan minimal Rp20 milar pertahun untuk menjamin harga tembakau dan garam petani.
4). Menyediakan dana talangan minimal Rp10 milar pertahun, untuk memperluas akses masyarakat terhadap air bersih melalui pengadaan mobil tangki dan pompa air di desa-desa rawan krisis air.
5). Mengalokasikan dana minimal Rp.250 juta/desa/tahun untuk pengentasan pengangguran dan penciptaan lapangan kerja melalui pembangunan dan pengembangan koperasi syariah.
6). Meningkatkan alokasi dana bantuan operasional untuk masjid, musholla dan pondok pesantren minimal dua kali lipat dari anggran tahun 2011.
7). Menyediakan dana minimal Rp20 miliar pertahun, untuk menjamin ketersediaan dan bantuan pupuk organik, bantuan alat-alat pertahun.
“Jika 7 janji ini terpenuhi maka masyarakat pamekasan akan merasakan kemerdekaan yg sebenarnya, masyarakat tidak perlu lagi menjadi TKI. Namun inilah janji yg terlupakan…!!!”, timpalnya mengingatkan. (Add/fer)



![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)

![Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776314955/bprs-bhakti-sumekar-talkshow-inklusi-keuangan-syariah-2026_bwbizz.jpg)
![Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose] Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776313265/rapat-paripurna-dprd-sumenep-pandangan-umum-fraksi-raperda-2026_y5t0s6.jpg)