Scroll untuk baca artikel
Hot Expose

GMNI Tagih Bupati Pamekasan Soal 7 Janji ASRI

Avatar photo
60
×

GMNI Tagih Bupati Pamekasan Soal 7 Janji ASRI

Sebarkan artikel ini

Pamekasan (MaduraExpose.com)- Meski Kemerdekaan Indonesia sudah mencapai 69 tahun, dalam tataran praktiknya, masih dinilai semu dan tersandera dalam belenggu.
gmni_pamekasan-makruf-ketua-maduraexposecom #Makruf Malaka, Ketua GMNI Pamekasan, Madura (Foto:Addarori/MaduraExpose.com)

Refleksi itu disampaikan kalangan aktivisi Mahasiswa GMN Pamekasan, yang menilai kemerdekaan rakyat di bumi Madura itu masih belum sepenuhnya terwujud. Melainkan terampas oleh kebijakan pemerintah setempat yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada kepentingan masyarakat.

“Jika kemerdekaan dimaknai sebagai bebasnya masyarakat dari kegelisahan, keresahan dan kemakmuran, maka masyarakat pamekasan, hari ini, kemerdekaannya dalam belenggu 7 janji bupati yang tak terpenuhi dan malah mengabaikan”, demikian kecaman Makruf Malaka, Ketua GMNI Pamekasan kepada MaduraExpose.com.

Jika manusia sedang lupa dan perlu di ingatkan, imbuhnya, maka sudah sering dari elemen masyarakat mengingatkan namun kenyataannya sepeti daun talas terkena air.

Inilah 7 janji Bupati Pamekasan versi Ketua GMNI Pamekasan:

1). Mengalokasikan dana minimal Rp300juta/desa/tahun untuk membangun infrastruktur, ekonomi dan sumberdaya manusia.

2). Meningkatkan honor GTT, guru bantu disekolah swasta dan madrasah (pondol pesantren) setara dengan upah minimal kabupaten (RP.900.000,-) dengan sharing anggaran 50 persen, dari pemerintah provinsi.

3). Menyediakan dana talangan minimal Rp20 milar pertahun untuk menjamin harga tembakau dan garam petani.

4). Menyediakan dana talangan minimal Rp10 milar pertahun, untuk memperluas akses masyarakat terhadap air bersih melalui pengadaan mobil tangki dan pompa air di desa-desa rawan krisis air.

------------------------