maduraexpose.com

 


Editor's ChoiceJATIM EXPOSESAMPANG EXPOSEWanita Kita

Gerilya Bansos Gubernur Khofifah di Sampang

438
×

Gerilya Bansos Gubernur Khofifah di Sampang

Sebarkan artikel ini

Oleh: Ferry Arbania

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Bupati Sampang H. Ahmad Mahfudz saat menyapa masyakarat Kabupaten Sampang. Minggu (10/08/2025).

Sampang, Madura Expose- Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kembali menunjukkan manuver politiknya melalui program Sapa Bansos di Kabupaten Sampang, Minggu (10/08/2025). Acara yang dikemas dalam bentuk penyaluran beragam bantuan sosial ini, alih-alih sekadar agenda pemerintahan rutin, dapat dianalisis sebagai strategi politik populis yang efektif menjelang tahun-tahun kontestasi politik.

Kegiatan ini secara gamblang memperlihatkan penggunaan instrumen fiskal oleh eksekutif daerah untuk membangun basis elektoral dan memperkuat legitimasi politik. Sapa Bansos tidak hanya menjangkau kelompok rentan seperti lansia dan disabilitas, tetapi juga menyasar kelompok strategis seperti buruh pabrik rokok, pelaku usaha kecil, serta pendamping sosial dan TKSK. Keberagaman sasaran ini menunjukkan kapasitas penetrasi kebijakan yang luas, sekaligus menjalin ikatan emosional dengan berbagai segmen pemilih.

 


Penyaluran bantuan secara langsung oleh Gubernur Khofifah di Pendopo Trunojoyo, didampingi oleh pejabat daerah dan disaksikan oleh Wakil Bupati Sampang, merupakan simbolisasi kekuasaan yang kuat. Kehadiran pemimpin di tengah masyarakat kecil ini membangun citra kepemimpinan yang merakyat dan peduli. Dalam konteks politik, momen seperti ini menciptakan efek kooptasi yang mengikat dukungan masyarakat, terutama ketika diselenggarakan di daerah dengan tingkat ketergantungan struktural yang tinggi terhadap bantuan pemerintah.

Analisis lebih mendalam menunjukkan bahwa program seperti Sapa Bansos dapat dilihat sebagai politik patronase modern. Dengan menyalurkan bantuan dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), Gubernur Khofifah tidak hanya memenuhi fungsi welfare state atau negara kesejahteraan, tetapi juga secara efektif mengonsolidasikan dukungan politiknya. Pesan yang disampaikan dalam sambutannya mengenai “mendorong masyarakat agar berdaya tidak hanya sekali waktu” sejalan dengan narasi pembangunan berkelanjutan, namun dalam praktiknya, kegiatan ini memperkuat hubungan klientelisme antara pemimpin dan masyarakat.

Wakil Bupati Sampang, KH. Ahmad Mahfudz, memberikan apresiasi yang menunjukkan adanya konsensus politik di tingkat lokal terhadap program ini. Hal ini dapat diinterpretasikan sebagai dukungan terhadap kebijakan gubernur, atau setidaknya, sebuah tindakan pragmatis untuk menjaga stabilitas hubungan antar-lembaga. Di sisi lain, pembagian sembako kepada para abang becak di luar acara utama menambah dimensi humanis yang secara politis sangat menguntungkan, menciptakan perasaan goodwill yang meluas.

Secara keseluruhan, acara Sapa Bansos di Sampang merupakan sebuah demonstrasi politik anggaran yang cerdas dan terstruktur. Ini bukan sekadar agenda sosial, melainkan sebuah komunikasi politik yang efektif untuk mempertahankan popularitas dan akuntabilitas elektoral menjelang fase politik berikutnya.

--------EXPOSIANA----
GAYA SAMBUTAN ACHMAD FAUZI WONGSOJUDO

 


 


---Exposiana----

---***---