Gara-gara Beda Pilihan di Pilkades, 8 Rumah Warga Dibongkar Paksa

Terbit: 19 November 2021 | 09:22 WIB

Maduraexpose.com – Sebanyak delapan rumah warga di Desa Punagaya, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, dibongkar paksa sekelompok orang.

Pembongkaran ini ternyata karena penghuni rumah itu tidak memilih salah satu calon dalam pemilihan kepada desa (Pilkades).

Momen pembongkaran paksa yang terjadi pada Selasa (16/11/2021) ini terekam dan videonya viral di media sosial.

“Rasakan siapa suruh pilih yang lain cuma gara gara uang lima puluh ribu” teriak salah salah satu massa penyerang dalam rekaman video amatir yang kini viral.

Kepala Kepolisian Sektor Bangkala Iptu Asrullah mengatakan, pembongkaran paksa itu dilakukan oleh pemilik lahan yang merupakan pendukung salah satu calon kepala desa dalam Pilkades di Jeneponto.

“Ada kesepakatan sebelumnya antara pemilik tanah dengan pemilik rumah untuk mendukung salah satu calon kepala desa. Namun, karena pemilik rumah tidak memilih calon yang didukung oleh pemilik tanah sehingga dilakukan pembongkaran,” kata Asrullah saat dikonfirmasi, Rabu (17/11/2021) malam.

Hingga hari ini, Kamis (18/11/2021), polisi masih menjaga lokasi terjadinya pembongkaran paksa itu untuk menghindari bentrokan antarwarga.

Pasalnya polisi menduga masih ada beberapa unit rumah di lahan tersebut yang akan dibongkar.

“Dari hasil keterangan pemilik tanah bahwa masih ada rumah di atas lahan tersebut yang akan dibongkar. Namun, kami sudah melakukan langkah persuasif agar pemilik rumah diberikan kesempatan untuk membongkar sendiri rumahnya,” kata Iptu Asrullah.

Sebagai informasi, Kabupaten Jeneponto menyelenggarakan Pilkades Serentak 2021 pada Senin (15/11/2021).

Ada 41 desa yang menyelenggarakan pemilihan.
Maduraexpose.com – Sebanyak delapan rumah warga di Desa Punagaya, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, dibongkar paksa sekelompok orang.

Pembongkaran ini ternyata karena penghuni rumah itu tidak memilih salah satu calon dalam pemilihan kepada desa (Pilkades).

Momen pembongkaran paksa yang terjadi pada Selasa (16/11/2021) ini terekam dan videonya viral di media sosial.

“Rasakan siapa suruh pilih yang lain cuma gara gara uang lima puluh ribu” teriak salah salah satu massa penyerang dalam rekaman video amatir yang kini viral.

Kepala Kepolisian Sektor Bangkala Iptu Asrullah mengatakan, pembongkaran paksa itu dilakukan oleh pemilik lahan yang merupakan pendukung salah satu calon kepala desa dalam Pilkades di Jeneponto.

“Ada kesepakatan sebelumnya antara pemilik tanah dengan pemilik rumah untuk mendukung salah satu calon kepala desa. Namun, karena pemilik rumah tidak memilih calon yang didukung oleh pemilik tanah sehingga dilakukan pembongkaran,” kata Asrullah saat dikonfirmasi, Rabu (17/11/2021) malam.

Hingga hari ini, Kamis (18/11/2021), polisi masih menjaga lokasi terjadinya pembongkaran paksa itu untuk menghindari bentrokan antarwarga.

Pasalnya polisi menduga masih ada beberapa unit rumah di lahan tersebut yang akan dibongkar.

“Dari hasil keterangan pemilik tanah bahwa masih ada rumah di atas lahan tersebut yang akan dibongkar. Namun, kami sudah melakukan langkah persuasif agar pemilik rumah diberikan kesempatan untuk membongkar sendiri rumahnya,” kata Iptu Asrullah.

Sebagai informasi, Kabupaten Jeneponto menyelenggarakan Pilkades Serentak 2021 pada Senin (15/11/2021).

Ada 41 desa yang menyelenggarakan pemilihan.

[MaduraExpose/Kompas]

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

    Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

    10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

    Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *