Ganding Menggema! Lebih dari 80 Peserta Lomba Baca Puisi Kemerdekaan, Siap Lahirkan Penyair Nasional

Terbit: 9 Agustus 2025 | 19:11 WIB

Ganding, Sumenep (Madura Expose) – Angin kemerdekaan yang berembus di Kecamatan Ganding, Sumenep, terasa lebih puitis dari biasanya. Lebih dari 80 jiwa muda, dari siswa SD hingga mahasiswa, berkumpul di Kantor Kecamatan Ganding untuk mengukir sejarah. Mereka bukan hanya sekadar peserta, melainkan calon-calon penyair yang siap mengemban estafet sastra, dalam sebuah acara bertajuk “Lomba Baca Puisi Kemerdekaan.” Acara yang berlangsung meriah ini bukan sekadar kompetisi, melainkan sebuah panggung harapan untuk melahirkan penyair-penyair besar dari tanah Madura yang kaya akan tradisi lisan.

Keberhasilan acara ini tidak terlepas dari kolaborasi apik antara Panitia Kantor Kecamatan Ganding dengan media terkemuka seperti Maduraexpose.com dan kanalnews.id. Sinergi ini memastikan bahwa bakat-bakat luar biasa ini tidak hanya bergema di tingkat lokal, tetapi juga mendapat sorotan yang layak.

Yang paling menarik perhatian adalah dominasi karya penyair lokal, Ferry Arbania. Di antara puisi-puisi penyair nasional, mayoritas peserta, dari SD hingga SMA, dengan bangga memilih membacakan karyanya. Puisi-puisi seperti “Paradoks Lentera di Negeri Merdeka,” “Getaran Tanah Pusaka,” dan “Refleksi Jiwa Merdeka dan Simfoni Kebangkitan” menjadi favorit di kalangan peserta yang lebih senior. Sementara itu, di tingkat SD dan MI, puisi-puisi ceria seperti “Es Krim Kemerdekaan” dan “Kemerdekaan Itu Asyik!” berhasil memikat hati para juri dan penonton. Fenomena ini menjadi bukti betapa kuatnya ikatan antara penyair lokal dan komunitasnya, serta besarnya potensi sastra yang terpendam di Sumenep.

Camat Ganding, Abdul Khalid, S.Sos, M.Si, dalam sambutannya, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Ia melihat antusiasme yang luar biasa ini sebagai pertanda baik bagi masa depan sastra. “Kami berharap, kegiatan ini menjadi awal munculnya penyair besar di pentas nasional,” ujarnya. Harapan ini adalah sebuah janji, sebuah motivasi bagi para peserta untuk terus berkarya dan mengukir nama di panggung sastra Indonesia.

HotExpose:  Kodim Sumenep Serahkan Truk Operasional KDKMP, Perkuat Ekonomi Desa

Lomba ini dipandu dengan apik oleh Nadayana Rizqiyah Damayanti Putri, seorang mahasiswi STIDAR yang merupakan warga asli Ganding. Keberadaan Nadayana seolah menjadi simbol bahwa bakat-bakat lokal siap untuk memimpin dan menginspirasi generasi selanjutnya. Lomba ini tidak hanya tentang kompetisi, tetapi tentang menemukan jati diri, merayakan kemerdekaan, dan membangun pondasi sastra yang kuat di Ganding.

Dari balik dinding Kantor Kecamatan Ganding, telah lahir sebuah pergerakan sastra. Di setiap bait yang dibacakan, di setiap getaran suara yang mengalun, terkandung harapan besar bahwa suatu hari, nama-nama dari panggung ini akan menggema di seluruh negeri, membawa puisi-puisi mereka ke hadapan dunia, dan membuktikan bahwa Madura, khususnya Ganding, adalah lumbung penyair. [*]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *