Dari Sumenep: Mandat Ideologi Digeser ke Pundak Generasi Muda dalam Hari Kesaktian Pancasila

Terbit: 1 Oktober 2025 | 19:21 WIB

SUMENEP – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun di Sumenep, yang dipusatkan di Halaman Kantor Bupati pada Rabu pagi (), berlangsung khidmat dengan satu pesan utama yang kuat: Pancasila adalah tugas pengamalan, bukan sekadar warisan bendera.

 

 

Di bawah kepemimpinan langsung Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo yang memimpin upacara dan membacakan teks sakral tersebut, perhatian dialihkan kepada refleksi mendalam mengenai peran ideologi bangsa di tengah tantangan masa kini.

 

Seluruh peserta, mulai dari jajaran Forkopimda, kepala OPD, hingga personel TNI-Polri, serentak meneguhkan kembali komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

 

Pergeseran Fokus: Dari Seremonial ke Implementasi

 

Momen krusial dari peringatan ini datang dari penekanan yang disampaikan secara terpisah oleh Komandan Kodim () Sumenep, Letkol Arm Bendi Wibisono. Dandim tidak hanya berbicara mengenai sejarah, tetapi mengenai tanggung jawab yang berkelanjutan.

 

 

Menurut Letkol Bendi, kekuatan Indonesia untuk berdiri kokoh dan menghadapi berbagai rongrongan sepanjang sejarah bukanlah keajaiban, melainkan buah dari semangat kebersamaan yang dilandasi nilai-nilai luhur ideologi Pancasila.

 

 

Pernyataan ini mengubah perspektif peringatan. Upacara tidak lagi dipandang sebagai ritual tahunan untuk mengenang masa lalu, melainkan sebagai pengingat kolektif bahwa benteng kedaulatan bangsa harus terus diperkuat melalui implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

Generasi Muda: Penjaga Jembatan Persatuan

 

Inti dari pesan yang disuarakan Dandim Bendi Wibisono adalah peran vital generasi muda. Mengambil tema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya,” pesan tersebut secara eksplisit ditujukan kepada kaum muda Sumenep yang saat ini berada di garis depan transformasi sosial dan digital.

 

 

Generasi ini, yang dikenal dengan adaptasi cepat dan keberagaman interaksi, diharapkan tidak hanya menghafal lima sila, tetapi memahami peran Pancasila sebagai perekat di tengah arus polarisasi dan disinformasi.

 

 

“Melalui tema tahun ini, kita berharap generasi muda semakin memahami peran vital Pancasila dalam menjaga persatuan, kesatuan, dan keharmonisan antarwarga negara,” tegas Bendi Wibisono.

 

 

Hal ini menandai pergeseran mandat ideologi: dari para pemimpin bangsa yang telah menjaga Pancasila, kini tanggung jawab implementasinya digeser ke pundak para milenial dan Gen Z.

 

Upacara di Sumenep ini menjadi simbol bahwa, melalui harmoni antara kepemimpinan sipil (Bupati) dan pengawal pertahanan (Dandim), bangsa Indonesia teguh meyakini bahwa Pancasila akan terus menjadi benteng kokoh yang dihidupkan melalui praktik nyata setiap warganya, terutama mereka yang akan memimpin di masa depan.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *