
SUMENEP, MaduraExpose.com – Dalam diskursus filsafat politik Islami, kekuasaan bukan sekadar alat akumulasi legalitas, melainkan instrumen khidmah (pelayanan) untuk menegakkan keadilan distributif. Manifestasi ini kembali terlihat nyata saat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep menyalurkan zakat mal kepada ribuan pekerja sektor informal di jantung Kota Sumenep, Kamis (19/2/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di depan kediaman tokoh nasional Said Abdullah, Jalan Ahmad Yani, menjadi panggung perjumpaan antara kebijakan politik dan tanggung jawab moral transendental.
Zakat sebagai Instrumen Keadilan Sosial
Secara akademis, praktik filantropi yang dilakukan oleh DPC PDI Perjuangan Sumenep ini dapat dibaca sebagai upaya meminimalisir kesenjangan ekonomi melalui pendekatan Teologi Pembebasan yang santun. Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengonfirmasi bahwa sekitar 4.000 abang becak diundang secara khusus untuk menerima paket sembako tersebut.
“Program ini telah bertransformasi menjadi tradisi tahunan. Secara substantif, kami berupaya mengintegrasikan kepedulian partai dengan realitas ekonomi pekerja informal yang sangat rentan terhadap fluktuasi pendapatan harian,” ungkap Achmad Fauzi di lokasi kegiatan.
Antropologi Masyarakat dan Politik Kehadiran
Tingginya antusiasme masyarakat, yang terlihat dari kepadatan Jalan Ahmad Yani sejak pagi hari, mencerminkan adanya relasi patronase yang positif antara elit politik dan basis rakyat jelata (wong cilik). Salah satu penerima, Zahir (70), mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas konsistensi perhatian yang diberikan oleh Said Abdullah.
Secara ilmiah, tindakan ini memenuhi kriteria Ethical Politics, di mana aktor politik tidak hanya hadir dalam ruang suara (TPS), tetapi hadir dalam ruang kebutuhan paling dasar manusia—terutama di bulan suci Ramadan yang sarat nilai spiritualitas.
Sinergi Tradisi dan Komitmen Organisasi
Penyaluran zakat mal ini menunjukkan bahwa PDI Perjuangan di Sumenep mampu merawat kearifan lokal dalam bingkai ideologi partai yang nasionalis namun tetap religius. Penataan arus lalu lintas yang melibatkan aparat dan kesabaran para abang becak yang mengantre tertib menunjukkan harmoni sosial yang terjaga baik.
Praktik rutin ini diharapkan tidak hanya menjadi peredam beban ekonomi sesaat, namun menjadi stimulus bagi terbangunnya sistem kesejahteraan sosial yang lebih mapan di masa depan.
Penulis Red./Editor: Ferry Arbania | Madura Expose
Layanan Pembaca: Bagi pembaca yang ingin menyampaikan informasi, keluhan, atau mengirimkan artikel opini, silakan kirimkan melalui email resmi kami di: maduraexposenews@gmail.com

![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776314955/bprs-bhakti-sumekar-talkshow-inklusi-keuangan-syariah-2026_bwbizz.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)

![Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose] Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776313265/rapat-paripurna-dprd-sumenep-pandangan-umum-fraksi-raperda-2026_y5t0s6.jpg)