
SUMENEP – Rentetan temuan narkotika dalam jumlah fantastis di wilayah hukum Sumenep memicu kritik keras dari aktivis anti-narkoba. Zamrud Khan, SH, Advokat sekaligus Direktur P2NOT (Pencegahan Narkotika dan Obat-obatan Terlarang) Jawa Timur, mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk menunjukkan taringnya dan tidak berkompromi dengan jaringan bandar narkoba.
Baca Juga:
- Misteri 27 Kilogram Kokain Terdampar di Pantai Pasir Putih
- GEBRAKAN CAK FAUZI: GANDENG BUMN-SWASTA, PERIKANAN SUMENEP SIAP ‘GO INTERNATIONAL’!
Sumenep Berubah dari Zona Merah Menjadi Hitam Dalam keterangannya, Zamrud Khan menyoroti fakta bahwa kasus temuan sabu-sabu seberat 50 kg di Masalembu beberapa waktu lalu hingga kini belum terungkap tuntas. Kini, masyarakat kembali dikejutkan dengan temuan kokain seberat 27,83 kg di pesisir Giligenting. Menurutnya, kondisi ini merupakan alarm bahaya yang menunjukkan Sumenep telah bergeser menjadi zona hitam narkotika.
“Ini sungguh sangat mengkhawatirkan. Bukti nyata bahwa aparat seolah tidak mampu lagi mengungkap jaringan bandar di Sumenep. Fakta ini tidak bisa dibantah sekalipun ada janji tindakan tegas dari Kapolres baru,” ujar adik kandung pengacara nasional Azam Khan, SH tersebut kepada MaduraExpose.com, Selasa (14/4/2026).
Baca Juga:
- Haji Her Jawab Tudingan Mangkir: “Orang Madura Itu Apa Adanya!”
- IJO-ABANG: SAID ABDULLAH DAN ROMANTISME POLITIK AKAR RUMPUT
Kritik Terhadap Kinerja Penyelidikan Direktur P2NOT ini menilai klaim tindakan tegas aparat masih sebatas “isapan jempol” selama aktor intelektualnya belum tertangkap. Ia menekankan bahwa hampir semua temuan besar (big size) tersebut berawal dari informasi masyarakat, bukan hasil murni operasi intelijen kepolisian. Hal ini memicu desakan agar penyelidikan dilakukan secara transparan dan tanpa intervensi pihak mana pun.
Red./Editor: Ferry Arbania

![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776314955/bprs-bhakti-sumekar-talkshow-inklusi-keuangan-syariah-2026_bwbizz.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)

![Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose] Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776313265/rapat-paripurna-dprd-sumenep-pandangan-umum-fraksi-raperda-2026_y5t0s6.jpg)