Elektabilitas Bupati Sumenep Lebih Kuat Dari PDI Perjuangan (1)

Terbit: 10 Maret 2021 | 16:26 WIB

Maduraexpose.com–Dijelang Pilkada Sumenep 2020 lalu banyak pihak yang pesimis PDI Perjuangan bisa mengalahkan PKB dalam kontestasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati.

Pasalnya, diukur dari jumlah kursi di DPRD Sumenep selisihnya sangat tajam. PKB 10 kursi dan PDIP hanya 5 kursi pada perolehan pemilu legislatif 2019 silam.

Lantas bagaimana Achmad Fauzi bisa menumbanhkan paslon yang diusung PKB yang nota bene memiliki kekuatan lebih besar di Parlemen? Banyak pihak menilai kemenangan Achmad Fauzi di Pilkada Sumenep 9 Desember 2020 lalu tidak sepenuhnya pengaruh partai politik yang mengusungnya.

Jauh dari prediksi elit parpol, sosok Achmad Fauzi justru memiliki kedekatan khusus dengan para tokoh pesantren, terutama dikalangan NU Sumenep.

Siapa sangka, sosok sekaliber KH.Taufiqurrahman yang nota bene Rois Syuriah NU Sumenep meski alasan pribadi telah terang-terangan mendukung Achmad Fauzi yang berpasangan dengan Dewi Khalifah hingga mengantarkan keduanya menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sumenep priode 2021-2024 (2026?).
Fenomina ini membuat tersentak banyak kalangan.Karena selama ini PKB memiliki benang merah dengan NU,

“Karena bagaimanapun kami tidak bisa lepas dari induk PKB. Karena kami anak kandung dari NU,” demikian KH.Imam Hasyim,BA Ketua DPC PKB Sumenep dilansir dari media online. (bersambung….)

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Mimpi Buruk ‘Paman Sam’ di Tanah Persia: Mengapa Iran Sulit Ditaklukkan?

    Terbit: 8 April 2026 | 04:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyeret nama Iran ke pusaran spekulasi militer global. Di tengah “jurus mabuk” kebijakan luar…

    Jari Netanyahu dan Nalar Sundar Pichai: Mengapa Algoritma Tak Bisa Dibodohi Narasi Receh?

    Terbit: 20 Maret 2026 | 10:04 WIB Oleh: Redaksi Madura Expose Strategic PENGANTAR: DRAMA JARI VS LOGIKA DATA Dunia maya sedang gempar dengan hal-hal trivial. Media-media nasional bertransformasi menjadi “detektif…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *