Dungkek, Mahkota Tradisi yang Berkilau di Atas Sepeda

Terbit: 25 Agustus 2025 | 17:52 WIB

SUMENEP, MaduraExpose.com-

Kilauan mata ribuan pasang mata tak berkedip, terhipnotis oleh pesona yang melintas. Di tengah riuhnya pawai Sabtu (24/08), sepeda hias bernomor 09 dari Kecamatan Dungkek muncul sebagai mahakarya yang menawan. Ia bukan sekadar hiasan, melainkan perwujudan nyata dari keanggunan dan warisan budaya yang memukau jiwa.

 

 

Rusliyanto, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Kecamatan Dungkek, menyuarakan visi yang mendalam. “Kami sengaja mengangkat konsep tradisional Sumenep,” katanya, matanya berbinar penuh bangga. “Tujuannya sederhana: agar masyarakat kita terus mencintai, menjaga, dan mewariskan kearifan lokal yang menjadi jantung identitas Kota Keris.”

 

Gemuruh sorak sorai penonton pecah, seolah tak mampu membendung decak kagum. Terutama saat 13 siswi jelita dengan kebaya merah dan mahkota artistik dari daun siwalan mengayuh sepeda mereka. “Nomor sembilan ini pantas jadi juara! Konsepnya unik sekali!” seru Sri, seorang pengunjung yang tak henti-hentinya mengabadikan momen keindahan itu dengan ponselnya.

 


 

Keindahan dalam Setiap Detail

Pesona sepeda hias ini tak hanya terpancar dari pakaian para penunggangnya. Setiap elemen dirangkai dengan teliti, membentuk kesatuan yang harmonis. Ada sarung batik sebagai bawahan yang anggun, dihiasi rangkaian bambu, daun siwalan, daun kelapa, hingga timba siwalan dan geddeng. Lebih menakjubkan lagi, hiasan itu dipadukan dengan hasil bumi lokal seperti terong, tomat, dan kacang panjang, menciptakan perpaduan antara tradisi dan kreativitas yang tak lekang oleh waktu.

 

 

“Kami berharap ini bukan sekadar ajang perlombaan,” Rusliyanto melanjutkan. “Lebih dari itu, ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa kearifan lokal adalah harta yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.”

 

 

Sorotan kamera tak henti-hentinya mengabadikan pesona yang bergerak. Senyum tulus dan bangga dari para siswi menambah semarak suasana, menciptakan energi positif yang menular. Kekompakan, keunikan, dan keindahan yang disuguhkan peserta Dungkek ini menegaskan satu keyakinan: mereka lebih dari sekadar peserta, mereka adalah duta budaya yang layak menyandang gelar juara. [jav/gim/red**]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

RAHASIA TANEROS

Terbit: 29 Maret 2026 | 18:17 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Di balik deburan ombak Pesisir Beluk Ares, Kecamatan Ambunten, tersimpan sebuah rahasia geografis yang jarang disadari publik. Pantai Taneros (atau…

Memoles Tuah Janur di Pantai Lombang

Terbit: 27 Maret 2026 | 21:28 WIB SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan komitmennya dalam mentransformasi tradisi lokal menjadi instrumen penggerak ekonomi daerah. Melalui penyelenggaraan Festival Ketupat 2026 di Pantai…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *