Duka Mendalam Madura: Delapan Santri Sampang Syahid dalam Reruntuhan Pesantren Sidoarjo

Terbit: 11 Oktober 2025 | 00:30 WIB

MaduraExpose.com– Selimut duka yang amat tebal menyelimuti bumi Madura, khususnya Kabupaten Sampang, menyusul tragedi memilukan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.

 

Total delapan santri yang merupakan putra-putra terbaik Sampang, telah gugur (syahid) dalam insiden ambruknya bangunan pondok beberapa waktu lalu. Kepergian mereka meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan seluruh umat Islam.


 

Kedatangan Dua Jenazah Syuhada Terakhir

 

Dua jenazah santri terakhir yang telah dipulangkan ke kampung halaman adalah Ach Ramzi Fariki (15), dari Desa Kara, Torjun, dan Moh Tony Afandi (15), dari Desa Pajeruan, Kedungdung.

 

 

Kedatangan jenazah kedua syuhada (orang-orang yang mati syahid) ini disambut dengan tangis haru dan doa yang tak terputus.

  • Jenazah Ach Ramzi Fariki tiba di rumah duka pada Kamis malam, 9 Oktober 2025, sekitar pukul 21.30 WIB. Almarhum dikebumikan menjelang tengah malam, diiringi lantunan tahlil dan takbir yang mengantarkannya ke peristirahatan abadi.

 

  • Sementara itu, jenazah Moh Tony Afandi tiba pada Jumat pagi, 10 Oktober 2025, sekitar pukul 07.30 WIB, dan dimakamkan tak lama setelahnya. Kedatangan jenazah di pagi hari membawa nuansa Subhanallah sekaligus kesedihan yang tak tertahankan.

 

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Moh. Hozin, membenarkan bahwa kedua jenazah telah diserahkan kepada keluarga. Pihak BPBD Sampang aktif melakukan pendampingan dan pengawalan setelah menerima laporan duka dari BPBD Provinsi Jawa Timur, berkoordinasi erat dengan Forkopimcam di lokasi duka.

 


 

Daftar Delapan Santri yang Kembali ke Rahmatullah

 

Dengan dipulangkannya Ramzi dan Tony, total santri asal Sampang yang meninggal dunia akibat musibah ini berjumlah delapan orang. Mereka semua adalah pemuda-pemuda yang sedang menempuh jalan menuntut ilmu agama.

 

 

Moh. Hozin menyebutkan bahwa enam jenazah syuhada sebelumnya telah terlebih dahulu dipulangkan dan dimakamkan dengan penuh penghormatan di tanah kelahirannya:

  1. Mochammad Mashudulhaq (14), Desa Majangan, Jrengik.
  2. M Ali Rahbini (19), Dusun Somber Terrona, Desa Birem, Tambelangan.
  3. Khoirul Mutakin Safim Toja Sari (18), Dusun Peramian, Desa Taman, Sreseh.
  4. Syafiuddin (15), Desa Pajeruan, Kedungdung.
  5. Reza Syfai Akbar (14), Desa Kotah, Jrengik.
  6. Abdus Somad (17), Desa Banjar, Kedungdung.

 

Semoga Allah SWT menerima amal ibadah para syuhada kecil ini, menempatkan mereka di sisi terbaik-Nya, dan memberikan ketabahan serta kekuatan iman bagi keluarga yang ditinggalkan. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Gelap di Kafe Lyco: Spesialis Meteran Listrik Sampang Berakhir di Sel

Terbit: 17 April 2026 | 23:59 WIB SAMPANG – Realitas sosial ekonomi seringkali menjadi dalih atas eskalasi tindak kriminalitas, namun pengungkapan kasus terbaru oleh Polres Sampang menunjukkan adanya pola kejahatan…

Tragedi Nakes Sampang Tewas Terlindas Truk Usai Balita Meronta di Kemudi

Terbit: 12 April 2026 | 22:00 WIB SAMPANG, MADURAEXPOSE.COM – Jalan Raya Desa Taddan, Kecamatan Camplong, menjadi saksi bisu sebuah tragedi memilukan yang merenggut nyawa seorang tenaga kesehatan (Nakes), Sabtu…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *