
Sumenep, MaduraExpose.com – Angin segar berhembus kencang di kalangan petani bawang merah di Sumenep.
Pasalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) sedang menyiapkan proyek besar: pembangunan dua gudang benih bawang merah. Tidak tanggung-tanggung, duit yang digelontorkan mencapai Rp 1 miliar!
Anggaran jumbo ini diambil dari APBD Sumenep 2025. Proyek ambisius ini rencananya akan dibangun di dua desa di Kecamatan Rubaru, yaitu Desa Basoka dan Desa Banasare. Masing-masing gudang mendapat jatah setengah miliar rupiah.
Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, membenarkan bahwa proyek ini masih dalam tahap lelang. “Belum dikerjakan, karena sekarang masih proses lelang,” ungkapnya santai. Meski begitu, ia menjamin proyek ini bakal rampung sesuai jadwal. Setelah lelang beres, tinggal teken kontrak, lalu tancap gas.
Kenapa bawang merah? Chainur menjelaskan, penyimpanan benih bawang merah itu butuh perlakuan khusus. Beda dengan komoditas lain, benih bawang merah harus digantung biar awet. “Kita belum punya tempat penakaran benih yang representatif,” katanya. Jadi, gudang ini dibangun memang khusus untuk mengakomodasi kebutuhan unik itu.
Proyek ini bukan sekadar bangunan, tapi investasi jangka panjang buat sektor pertanian di Sumenep. “Gudang ini untuk peningkatan sektor pertanian, kami yakin sangat bermanfaat bagi petani,” tutur Chainur penuh keyakinan.
Dengan adanya gudang ini, para petani bisa menyimpan benih mereka dengan baik, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas dan hasil panen bawang merah. [*]

![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)



![Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776667033/upacara-17an-kodim-0827-sumenep-april-2026_wuyqj7.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)