SUMENEP– Direktur Forum Analisis dan Advokasi Anggaran (FA-3) Sumenep, Imam Arifin merespon maraknya pemberitaan terkait carut marutnya program bantuan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di sejumlah desa.

Mantan aktivis PMII inipun berharap agar aparat penegak hukum segera mendalami adanya berbagai dugaan penyimpangan yang bisa merugikan para KPM.

“Saya baca di media online banyak persoalan terkait BPNT ini. Terbaru beberapa media menulis adanya dugaan oknum aparat desa di Lembung Timur, Kecamatan Lenteng, Sumenep, Madura, Jawa Timur,”terang Imam Arifin, Direktur FA3 kepada media ini.

Imam berharap, pihak aparat penegak hukum segera jemput bola untuk melakukan penyelidikan maupun penyidikan di Desa Lembung Timur.

“Kita menaruh harapan besar agar para penegak hukum segera menyelidiki adanya dugaan ketidak beresan dalam distribusi program BPNT di Desa Lembung Timur. Itu penting agar tidak menimbulkan fitnah ditengah masyarakat.

“Persoalan bpnt di Desa Lembung Timur itu sudah mejadi konsumi publik melalui tulisan di berbagai media online. Jadi, sudah sejogyanya kalau aparat penegak hukum mendalami keluhan warga tersebut” lanjutnya.

Sementara juru bicara Kades Lembung Timur H. Abd. Latif saat dikonfirmasi media online berdalih tak persoalan karena,menurut dia, perangkat di lokasi hanya bersifat membantu.

“Semua perangkat Desa Lembung Timur yang ada di agen atau e-Warong pada saat penyaluran BPNT hanya sekedar membantu para penerima manfaat dalam melakukan transaksi pembelian bahan pangan, tidak lebih dari itu,” paparnya mengelak.

Abd Latif juga menepis tudingan ikut mengintervensi penyaluran BPNT,termasuk juga tudingan telah mengambil Kartu ATM atau KKS para penerima manfaat.

Diberitakan Panjinasional dengan judul “Oknum Kepala Dusun di Desa Lembung Timur Diduga Kibuli Penerima Manfaat BPNT” dengan link berita https://panjinasional.net/2020/01/18/oknum-kepala-dusun-di-desa-lembung-timur-diduga-kibuli-penerima-manfaat-bpnt/
Oknum Kepala Dusun (Kadus) Langgundi Timur, Desa Lembung Timur, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, diduga mengibuli atau membodohi Penerima Manfaat Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Dusun setempat.

HotNews:  Keras! Takmir Masjid Tegur Bupati Sumenep dan Bubarkan Rapid Test

Pasalnya, oknum Kepala Dusun (Kadus) Langgundi Timur, yang diketahui berinisial FZ tersebut diduga telah meminta Kartu ATM dan No. Pin milik Penerima Manfaat BPNT pada melakukan transaksi pencairan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di e-Warong atau Agen BPNT setempat.

Ironisnya lagi, beberapa oknum Aparatur Desa Lembung Timur, diduga telah mengintervensi Penyaluran BPNT di Desa Lembung Timur dengan cara menyuruh para Penerima Manfaat untuk membagikan beras dan telur kepada warga Desa Lembung Timur yang tidak terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat BPNT.

Menurut salah satu Penerima Manfaat BPNT di Dusun Langgundi Timur yang tidak mau disebutkan identitasnya mengatakan, bahwa oknum Kepala Dusun (Kadus) Langgundi Timur tersebut meminta Kartu ATM dan No. Pin milik sejumlah Penerima Manfaat BPNT di Dusun Langgundi Timur pada saat realisasi Bantuan Pangan Non Tunai di Desa Lembung Timur.

“Dulu dikampung sini semua Keluarga Penerima Manfaat BPNT disuruh berkumpul dan membawa Kartu ATM oleh Kepala Dusun (Kadus) Langgundi Timur. Setelah itu semua Kartu ATM dan No. Pin Penerima Manfaat BPNT dikampung sini termasuk punya saya diminta oleh pak Kadus, lalu di cek saldo dan pin saya itu di catat ke buku. Katanya Pak Kadus ini untuk penerimaan beras,” kata salah satu Penerima Manfaat BPNT di Dsn. Langgundi Timur kepada pewarta, Kamis (16/01)

Lebih jauh sumber menjelaskan, setelah Saldo milik para Penerima Manfaat BPNT di chek, Kartu ATM saya dan Penerima Manfaat lainnya dikasihkan lagi, tapi stroke pembelanjaanya gak dikasihkan ke saya dan para Penerima Manfaat BPNT lainnya. Sehingga kami tidak tahu berapa Saldo saya dan para Penerima Manfaat lainnya yang sudah dibelanjakan.

HotNews:  Keras! Takmir Masjid Tegur Bupati Sumenep dan Bubarkan Rapid Test

“Waktu itu saya dapat telur 4 (empat) butir dan beras 2 (dua) sak dan itupun sama pak Kadus berasnya disuruh bagi rata sama 2 (dua) orang warga lainnya,” jelas dia.

Selang beberapa hari kemudian, sambung sumber, Kartu ATM kami ditarik lagi disuruh kumpulin ke rumahnya RT masing-masing dengan alasan ada perubahan. Kemudian setelah itu ada perintah suruh ambil beras dan telur lagi.

“Cuman dipencairan yang kedua sebagian aja yang dapat beras 1 (satu) sak sama telur 6 biji, saya sendiri gak dapat. Dan ada salah satu
Desa menghimbau kepada Penerima Manfaat kalau ada yang nanyak masalah BPNT suruh bilang sudah dikasih yang 4 bulan ya, langsung ibu-ibu bilang iya semua,” imbuhnya. (tim)

Artikel ini tayang sebelumnya di Policeline.co dengan judul: Forum Analisa dan Advokasi Anggaran Minta Penegek Hukum Selidiki Dugaan “Pembalakan” ATM KPM BPNT Desa Lembung Timur