Dilanda Virus, Tiga Mahasiswa China Asal Sumenep Pulang Dengan Biaya Sendiri

Terbit: 10 Februari 2020 | 20:35 WIB

Maduraexpose.com–Zamrud Khan,SH Direktur P2NOT atau Lembaga Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika dan Obat-obatan Terlarang Kabupaten Sumenep mengaku kaget dengan proses pemulangan tiga Mahasiswa China asal Sumenep yang ternyata menggunakan uang sendiri.

Hal itu disampaikan Zamrud saat menjadi pembicara dalam acara Meet & Greet bersama mahasiswa china di salah satu Cafe terkenal di Kota Sumenep, Senin 10 Februari 2020.

Dijelaskan Zamrud, Kepulangan tiga WNI berstatus Mahasiswa tersebut secara Prinsip Karena Di Negara China di Landa Virus Corona.

” Ironisnya, ketiganya pulang dengan pembiayaan sendiri tanpa difasilitasi oleh Pemerintah RI ataupun KJRI yg ada di China,” papar Zamrud Khan, SH dilansir MaduraExpose.com, Senin.

Acara Meet & Greet ini melibatkan sejumlah kalangan, termasuk dari kalangan pejabat terkait seperti Kepla BNN Kab Sumenep dan Reskoba Polres Sumenep. Selain undangan lain hadir juga tiiga WNI yang berstatus mahasiswa China.

“Dua orang merupakan Mahasiswi China dan satu lagi pelajar setingkat SMU,” imbuh Zamrud.

Dijelaskan Zamrud, ketiga WNI itu berharap kepada Pemkab Sumenep dan pihak Provinsi Jatim agar nantinya mereka difasilitasi Transportnya serta Tiket kembalinya ke China.

Selain itu, lanjut Zamrud, ketiga WNI yang belajar di China ini juga berkomitmen menjadi Duta Anti Narkoba mewakili *P2NOT* di Negeri Tirai Bambu.

“Salah satunya dengan menjadi kontributor Informasi tentang jenis dan nentuk peredaran Narkoba Di China,” tutup Zamrud Khan.

Berikut data singkat tiga WNI yang tercatat sebagai Pelajar dan Mahasiswa di China:

1. Maftuhatus Sobah (20) Mahsiswi Fuzhou University, Kota Fuzhou, Provinsi Fujian, China.
Asal: Desa Bulla’an, Kecamatan Batu Putih,Kabupaten, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

2. Akhmad Naufal (17) Siswa SMA Di Kota Nanning, Provinsi Kungxi, China. Desa asal Batu Putih Laok, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

3. Fikri Haikal, Mahasiswa di Kampus Huaqiao Unoversity Kota XIAMEN, Provinsi Fujian,China. Desa asal Gapura, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

(Ferry Arbania)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *