MADURAEXPOSE.COM— Sekretaris Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset (DPPKA) Sumenep, H. Imam Sukandi meyakini usaha perhotelan dan rumah kost memiliki peranan penting sektor perpajakan, yang diharapkan menjadi pendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditahun 2017 ini.

Untuk itu, pihaknya terus berupaya untuk menggali potensi agar sektor pajak yang dihasilkan dari perhotelan yang sangat besar bisa terus ditingkatkan. Termasuk rumah kost di Sumenep yang asat ini kian menjamur.

“Selain perhotelan dan rumah kost, kami akan terus menggali potensi lain yang bisa menaikkan PAD. Jadi, harapan kita akan terus meningkat dibanding tahu sebelumnya,” ujar H.Imam Sukandi, Sekretaris DPPKA Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Secara rinci Imam Sukandi juga menjelaskan, potensi PAD yang didorong oleh pertumbuhan usaha rumah kost di Sumenep sangat potensial, meski jumlahnya saat ini sudah mencapai ratusan. Apalagi dalam penerapan pajaknya, sudah diatur berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2012 tentang Pajak Daerah.

“Sesuai aturan yang telah ditetapkan melalui Perda, maka setiap rumah kost itu dikenai pajak 10 persen tiap bulannya,” tandasnya menerangkan.

Lebih rinci pihaknya menjelaskan, ketentuan Perda tersebut mengatur, bahwa pajak kos tidak dikenakan kepada pengusaha, melainkan kepada penghuni kos. Untuk itu, pihaknya menekankan kesadaran para pemilik kos agar rutin membayar pajak.

”Sejatinya pajak ini tidak dibebankan kepada pengusahanya. Karena yang dikenai pajak itu penghuninya, bukan pemiliknya,” imbuh Imam Sukandi menerangkan.

H.Imam Sukandi, Sekretaris DPPKA Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Imam Sukandi kembali menegaskan, sektor pajak yang dihasilkan dari usaha rumah kost sangat potensial untuk terus dikembangkan. Apalagi pertumbuhannya sangat luar biasa. Jumlahnya yang saat ini mencapai ratusan diyakini akan terus bertambah.

“Sudah ada 200 ratusan rumah kost yang rutin bayar pajak. Jumlah ini sangat menggembirakan dibanding priode sebelumnya yang hanya mencapai 70 kost pembayar pajak,” timpalnya.

Imam berjanji akan membangun komunikasi lebih intensif lagi dengan pihak pengusaha, agar peningkatan PAD di Sumenep terus bisa digalakkan. Hal itu dilakukan mendorong adanya peningkatan pelayanan dan fasilitas rumah kost.

“Lewat komunikasi semacam itu, kami paparkan kepada para pengusaha, bahwa pelayanan yang memuaskan itu akan mampu meningkatkan jumlah penhuninya, ” tandasnya panjang lebar. [Zal/Fer/***]

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM