DKPP Sumenep Kukuhkan Dominasi Pelestarian Sapi Madura

oleh -36 Dilihat
Momen Chainur Rasyid Kepala DKPP Sumenep menerima penghargaan dari Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Kementerian Pertanian RI di Singosari, Malang, Kamis (14/8/2025). Istimewa.

Maduratani.com – Kabupaten Sumenep kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional dalam sektor peternakan. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep dinobatkan sebagai Pengguna Terbaik Semen Beku Sapi Lokal Wilayah Intensif 2025 oleh Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Kementerian Pertanian RI.

Penghargaan prestisius ini diserahkan langsung di Singosari, Malang, Kamis (14/8/2025), dan diterima oleh Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid. Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Sumenep dalam menjaga kemurnian dan meningkatkan mutu genetik Sapi Madura.

Inseminasi Buatan: Kunci Menjaga Kualitas Sapi Madura

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari konsistensi penerapan teknologi peternakan di lapangan. Menurutnya, program Inseminasi Buatan (IB) adalah strategi vital untuk memastikan Sapi Madura tetap menjadi raja di tanah sendiri.

“Inseminasi Buatan bukan sekadar metode reproduksi, tapi langkah strategis untuk menjaga kualitas, kuantitas, dan kejayaan Sapi Madura. Dengan penghargaan ini, kami tegaskan komitmen untuk terus melayani peternak dengan teknologi terbaik,” ujar Chainur dengan bangga.

Dukungan Anggaran dan Inovasi Daerah

Keberhasilan ini didukung oleh kebijakan anggaran yang tepat sasaran. Pada tahun 2024, Pemkab Sumenep mengalokasikan dana sebesar Rp57,5 juta khusus untuk pengadaan semen beku Sapi Madura. Investasi ini terbukti efektif memperkuat populasi ternak sekaligus memperbaiki performa genetik sapi milik warga.

Langkah ini selaras dengan visi Bupati Sumenep dalam menempatkan sektor peternakan sebagai pilar ekonomi kerakyatan.

“Bapak Bupati selalu menekankan bahwa Sapi Madura bukan hanya komoditas agrobisnis, tetapi simbol kebanggaan dan identitas daerah. Tugas kami adalah memastikan warisan ini tetap jaya dan menyejahterakan rakyat,” tambahnya.

Dampak Nyata Bagi Peternak Sumenep

Kini, manfaat dari program IB telah dirasakan secara luas oleh komunitas peternak di “Kota Keris”. Beberapa dampak positif yang terlihat antara lain:

  • Peningkatan Produksi: Angka kelahiran pedet (anak sapi) melalui IB terus meningkat.

  • Mutu Genetik: Sapi yang dihasilkan memiliki postur dan ketahanan tubuh yang lebih baik.

  • Nilai Ekonomi: Harga jual sapi hasil IB cenderung lebih tinggi di pasar ternak.

“Prestasi nasional ini adalah bukti nyata bahwa sinergi pemerintah dan rakyat mampu mengukir kejayaan. Sumenep kini bukan sekadar mempertahankan tahta, tetapi mengukuhkan diri sebagai pusat kejayaan Sapi Madura di Indonesia,” pungkas Chainur.

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.