Dinilai Gagal,Demo Mahasiswa Desak Kepala Disbudparpora Sumenep Dicopot

Terbit: 30 Januari 2019 | 20:11 WIB

MaduraExpose.- Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Ekstra Parlemen (Gempar) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep, Madura, Jawa Timur, Rabu, 30 Januari 2019.

Dalam aksinya kali ini, mahasiswa bertujuan mengevaluasi kinerja Disparbudpora. Khususnya terkait pelaksanaan tahun kunjungan wisata (visit years) 2018 yang menurut mereka gagal dimaksimalkan oleh pemerintah.

“Jadi ini bukan merupakan yang pertama, tapi sudah kesekian kalinya kami mendatangi Disparbudpora untuk mengevaluasi kinerja Disparbudpora,” kata salah seorang mahasiswa, Baihaki.

Menurut dia, selama satu tahun pelaksanaan tahun kunjungan wisata 2018, dampaknya tidak signifikan. Salah satunya terhadap infrastruktur. Di sejumlah objek wisata banyak sarana dan prasarana yang masih mengecewakan.

“Selain dari sisi infrastruktur pariwisata, ternyata masih banyak objek wisata di Sumenep yang tidak memiliki tanda daftar usaha pariwisata (TDUP). Menurut kami visit years 2018 gagal,” tambahnya, menegaskan.

Untuk itu, pihaknya mendesak Kepala Disparbudpora Sumenep untuk memperbaiki kinerja institusi yang dipimpinnya. “Karena kalau di akhir kepemimpinannya, beliau tetap tidak memberikan sesuatu yang berharga kepada masyarakat, kami mendesak agar 2019 ganti kepala dinas,” 

Menurut dia, selama satu tahun pelaksanaan tahun kunjungan wisata 2018, dampaknya tidak signifikan. Salah satunya terhadap infrastruktur. Di sejumlah objek wisata banyak sarana dan prasarana yang masih mengecewakan.

“Selain dari sisi infrastruktur pariwisata, ternyata masih banyak objek wisata di Sumenep yang tidak memiliki tanda daftar usaha pariwisata (TDUP). Menurut kami visit years 2018 gagal,” tambahnya, menegaskan.

Untuk itu, pihaknya mendesak Kepala Disparbudpora Sumenep untuk memperbaiki kinerja institusi yang dipimpinnya. “Karena kalau di akhir kepemimpinannya, beliau tetap tidak memberikan sesuatu yang berharga kepada masyarakat, kami mendesak agar 2019 ganti kepala dinas,” pungkasnya. (FAT/ROS/DIK/KOM)

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

    Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

    Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

    Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *