Dinas Perdagangan Kota Semarang kini sudah mulai mengantisipasi terjadinya lonjakan harga sejumlah komoditas pangan di pasar-pasar tradisional. Sedangkan antisipasi lonjakan harga dengan menggelar pasar murah.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Kami sudah menjadwalkan pasar murah di pasar-pasar tradisional. Tujuannya, untuk meringankan masyarakat berbelanja kebutuhan rumah tangga dengan harga murah, kualitas terjamin dan bagus,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto.

Menurutnya, pasar tradisional yang sudah menggelar pasar murah yaitu, Pasar Karangayu, Pasar Pedurungan dan menyusul ke Pasar Peterongan, Pasar Jatingaleh dan pasar-pasar tradisional lainnya.

Pasar murah tersebut, kata Fajar Purwoto menyajikan beras kerjasama dengan Dolog, daging sapi kerja sama dengan Dinas Pertanian, serta gula pasir. “Harga daging sapi segar cuma Rp 80 per kg,” kata Fajar Purwoto.

Menurutnya, Dinas Perdagangan menyediakan daging sapi mencapai 2 kwintal pada setiap pasar murah untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar pasar. Minimal pembelian 2 kg daging sapi.

Sedangkan untuk penyediaan gula pasir di pasar murah, tambah Fajar Purwoto mencapai 2 ton untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar tempat digelarnya pasar murah. Minimal pembelian gula pasir 5 kg, per kg Rp 12.500.

Setelah Pasar Peterongan digelar pasar murah, selanjutnya pasar murah digelar di pasar Gunungpati, Pasar Jatingaleh dan pasar-pasar tradisional lainnya. “Kegiatan pasar murah nanti selesai setelah H-7 Lebaran,” kata Fajar Purwoto.

Fajar mengaku siap bila masing-masing kelurahan nantinya menggelar pasar murah untuk warganya. “Kalau ada laporan kelurahan akan menggelar pasar murah maka Dinas Perdagangan menyiapkan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkan kelurahan,” katanya.

Bila pasar murah akan digelar di kelurahan menyanyikan beras murah, gula pasir murah, atau lainnya, maka Dinas Perdagangan akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait, sehingga tujuan pasar murah adalah benar-benar membantu warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga menjelang Lebaran.

HotNews:  Saudi Minta RI Jemput Jemaah Umroh Overstay, Habib Rizieq Tak Termasuk

“Dinas Perdagangan selesai menggelar pasar murah hingga H-7 karena akan ditindaklanjuti oleh kantor-kantor swasta maupun negeri yang menyusul menggelar pasar murah,” tambah Fajar Purwoto.

(bjn/aps)