MADURA EXPOSE–Ketua Komisi I DPRD Sumenep, Darul Hasyim Fath menyesalkan lambannya Kabag Humas Pemkab Sumenep Dihya (Didik) Suyuti yang membiarkan sempalan anggaran terkuras tanpa adanya regulasi yang jelas. Tata keuangan dan targeting kehumasan yang profesional tak ubahnya masih ibarat api jauh dari panggang.

Politisi PDI Perjuangan ini secara tegas meminta Kabag Humas Pemkab Sumenep agar memperhatikan tingkat kelayakan sebuah media ditinjau dari jumlah oplah bagi media cetak seperti koran, angka visitor bagi media online dan rating tinggi bagi media elektronik seperti radio dan telivisi. Namun yang tak kalah pentingnya menurut Darul, seluruh komponen diinternal Humas harus membuat regulasi yang benar agar tidak menjadi bumerang dikemudian hari.

” Jangan sampai Pak Didik selaku Kabag Humas itu melakukan tindakan yang mengarah kepada upaya memperkaya orang lain (abust of power). Kalau ini sampai terjadi, maka urusannya tidak hanya masalah anggaran, tapi juga memberikan kesempatan kepada aparat penegak hukum,” papar Darul Hasyim, Ketua Komisi I DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Politisi asal kepulauan ini juga menyesalkan lambannya Didik Suyuti dalam menyelesaikan kisruh dana iklan yang selama ini dinilai serampangan dan tanpa patokan yang jelas, seperti sering disampaikan oleh awak media di Kabupaten Sumenep.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Saya tidak mengerti apakah Kabag Humas mampu menerjemahkan keluhan kawan-kawan media atau tidak. Padahal dengan media, bisa jadi yang baik menjadi buruk dan yang buruk bisa menjadi baik. Untuk itu kami meminta dengan hormat agar Kabag Humas Pemkab Sumenep segera menyelasaikan konflik yang tengah berlangsung antara pihak wartawan yang dimotori kawanan jurnalis yang tergabung dalam Kaukus Labang Mesem (KLM).

HotNews:  Khawatir Perburuk Keadaan, Ketua Demokrat Sumenep Akan Panggil Indra Wahyudi

“Harusnya Kabag Humas Pemkab segera mengakhiri “pecah rumah tangga” dengan rekan-rekan wartawan,” tandasnya

Sementara Dihya (Didik) Suyuti saat hearing dengan sejumlah wartawan di Komisi I DPRD Sumenep menyanggupi beberapa masukan yang disampaikan wartawan dan Ketua Komisi I DPRD Sumenep. Termasuk soal tenaga IT yang masih membingungkan.

“Kami akui memang belum memiliki tenaga IT yang sepesifik. Namun kami mulai melakukan pendataan dan berbenah sesuai masukan dari sejumlah wartawan sebelumnya,” ujar Dihya (Didik) Suyuti berdalih.

Ditempat terpisah, Moh.Hartono, big bos Portal Madura menuding keseriusan Didik Suyuti melakukan transparansi anggaran masih sekedar wacana alias omong kosong.

“Buktinya, sudah tiga kali ngajak kita sharing sampai terahir kita hearing di Komisi I DPRD Sumenep, Didik Suyuti selaku Kabag Humas Pemkab Sumenep hanya janji dan omong kosong saja. Ini jelas tidak ada iktikad baik menuntaskan kekisruhan dengan awak media yang selama ini bekerja secara profesional, ” terang Moh. Hartono dari Portal Madura.l[MAN/FER]