Demo Tunjangan DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa di Gerbang Senayan

Terbit: 25 Agustus 2025 | 20:47 WIB

JAKARTA, [MaduraExpose.com] – Aksi demonstrasi menuntut pembatalan kenaikan tunjangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (25/8/2025) berakhir ricuh.

 

Massa yang sempat menduduki gerbang utama DPR dan Gerbang Pancasila dibubarkan secara paksa oleh aparat kepolisian dengan menggunakan barikade dan kendaraan taktis.

 

Menurut laporan di lokasi, bentrokan pecah setelah massa demonstran yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, pelajar, dan ojek online, mulai melakukan pelemparan ke arah aparat.

 

Polisi merespons dengan menembakkan gas air mata dan menyemprotkan water canon untuk memukul mundur demonstran. Aksi ini mengakibatkan sejumlah kerusakan, seperti pembakaran sepeda motor dan vandalisme pada tembok gerbang DPR.


 

Kritik Tajam dari Pengamat

 

Menanggapi tindakan represif aparat, Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA), Ray Rangkuti, melontarkan kritik keras. Ia menilai pembubaran demonstrasi tersebut sebagai bentuk tekanan institusi kepolisian terhadap kebebasan berpendapat.

 

 

“Pembubaran paksa ini patut dipertanyakan. Apakah karena demonstran tidak mengirimkan surat pemberitahuan atau karena mereka dianggap mengganggu ketertiban umum dengan menutup jalan? Terlepas dari itu, tindakan represif ini disayangkan,” ujar Ray.

 

 

Ray Rangkuti juga menghubungkan insiden ini dengan konteks politik yang lebih luas, terutama terkait dengan isu tunjangan anggota DPR yang dianggap terlalu berlebihan.

 

Ia menyayangkan bahwa di saat masyarakat berjuang dan menyuarakan kritiknya, aparat justru membubarkan mereka, sementara anggota DPR yang merupakan bagian dari pemerintahan Pak Prabowo malah mendapatkan fasilitas dan tunjangan yang fantastis.

 

 

“Ini ironis. Rakyat yang ingin mengkritik malah dibubarkan, sedangkan orang-orang yang seharusnya mendengarkan mereka, yang berafiliasi dengan pemerintah, justru menerima tunjangan yang melukai hati nurani publik,” tambahnya.

 

 

Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar kompleks DPR dilaporkan sudah mulai kondusif, meskipun sejumlah aparat keamanan masih berjaga ketat untuk mengantisipasi aksi susulan.

 

Aksi demo ini menyoroti ketidakpuasan publik yang kian memuncak terhadap kebijakan pemerintah dan kinerja parlemen, terutama terkait alokasi anggaran dan kesejahteraan wakil rakyat. [kmp/gim/tim]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Mimpi Buruk ‘Paman Sam’ di Tanah Persia: Mengapa Iran Sulit Ditaklukkan?

Terbit: 8 April 2026 | 04:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyeret nama Iran ke pusaran spekulasi militer global. Di tengah “jurus mabuk” kebijakan luar…

Jari Netanyahu dan Nalar Sundar Pichai: Mengapa Algoritma Tak Bisa Dibodohi Narasi Receh?

Terbit: 20 Maret 2026 | 10:04 WIB Oleh: Redaksi Madura Expose Strategic PENGANTAR: DRAMA JARI VS LOGIKA DATA Dunia maya sedang gempar dengan hal-hal trivial. Media-media nasional bertransformasi menjadi “detektif…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *