Kronologi Tembakan Gas Air Mata di Depan Kampus UNISBA Versi Rektor

Terbit: 2 September 2025 | 21:46 WIB

Rektor Universitas Islam Bandung (Unisba), Prof. Ir. A. Harits Nu’man, memberikan klarifikasi rinci mengenai insiden penembakan gas air mata di depan kampusnya.

 

Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan narasi yang beredar di media sosial, yang menyebutkan bahwa polisi menembakkan gas air mata ke dalam area kampus.

 

Menurut Harits, penembakan tersebut diarahkan kepada massa anarko yang memblokade jalan di depan kampus Unisba dan Universitas Pasundan (Unpas).

 

Berikut adalah kronologi lengkap kejadian berdasarkan keterangan Rektor UNISBA:

 

Senin, 1 September 2025

  • Pagi-Sore Hari: Unisba membuka Posko Evakuasi Korban Demo untuk memberikan pertolongan medis kepada para demonstran yang terluka.
  • Hingga pukul 17.00 WIB: Posko menerima total 62 demonstran yang berasal dari unjuk rasa di DPRD Jawa Barat. Sebagian besar dari mereka mengalami sesak napas akibat gas air mata.
  • Pukul 17.00 – 21.00 WIB: Proses penanganan medis berlangsung. Para korban yang mengalami sesak napas dan lemas ditangani hingga kondisi mereka membaik dan dijemput oleh keluarga.
  • Pukul 21.00 WIB: Posko Evakuasi resmi ditutup. Meskipun demikian, tim kampus masih berada di area Unisba.

 

Senin, 1 September 2025 (Malam Hari)

  • Sekitar pukul 21.00 WIB: Di luar dugaan, muncul sekelompok massa tak dikenal di jalanan depan kampus. Massa ini bergerombol dari berbagai titik, seperti Jalan Trunojoyo, Jalan Sulanjana, Taman Radio, dan lainnya. Mereka mulai memblokade jalanan, termasuk di Jalan Tamansari depan kampus Unisba dan Unpas. Rektor Harits menegaskan bahwa massa ini adalah kelompok anarko dan bukan bagian dari mahasiswa Unisba.

 

  • Pukul 23.35 – 24.00 WIB: Suara tembakan gas air mata terdengar di jalanan, ditujukan kepada massa yang memblokade jalan. Dalam kepanikan, massa tersebut melompat pagar dan mendobrak paksa pintu gedung utama Unisba di Jalan Tamansari 1 untuk berlindung di dalam kampus.

 

  • Setelah pukul 24.00 WIB: Rektor Harits memastikan melalui rekaman CCTV bahwa tidak ada satu pun aparat kepolisian, baik berseragam maupun berpakaian sipil, yang masuk ke dalam area kampus selama insiden penembakan gas air mata berlangsung.

 

 

Selasa, 2 September 2025 (Dini Hari)

 

  • Pukul 01.00 WIB: Pihak kampus, termasuk Rektor, melakukan sweeping di seluruh area kampus. Tujuannya adalah untuk memastikan situasi kondusif dan meminta orang luar yang masuk ke dalam kampus untuk segera meninggalkan area Unisba.

 

  • Pukul 04.00 WIB: Sweeping selesai dilakukan. Area kampus Unisba dipastikan bersih dan aman dari pihak luar.

 

 

Rektor Harits menegaskan kembali bahwa Unisba menolak segala bentuk anarkisme dan politisasi di dalam kampusnya. Ia menyatakan bahwa Unisba adalah kampus umat dan perjuangan bagi kaum intelektual.

 

Untuk kejadian di masa depan, Unisba akan bersikap lebih selektif dalam memberikan bantuan dan membuka posko evakuasi. Rektor juga menegaskan bahwa kelompok anarkis tidak memiliki tempat di Unisba.

[dbs/kump/gim/dtk]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Mimpi Buruk ‘Paman Sam’ di Tanah Persia: Mengapa Iran Sulit Ditaklukkan?

Terbit: 8 April 2026 | 04:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyeret nama Iran ke pusaran spekulasi militer global. Di tengah “jurus mabuk” kebijakan luar…

Jari Netanyahu dan Nalar Sundar Pichai: Mengapa Algoritma Tak Bisa Dibodohi Narasi Receh?

Terbit: 20 Maret 2026 | 10:04 WIB Oleh: Redaksi Madura Expose Strategic PENGANTAR: DRAMA JARI VS LOGIKA DATA Dunia maya sedang gempar dengan hal-hal trivial. Media-media nasional bertransformasi menjadi “detektif…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *