Kemenkes Turun Tangan Atasi KLB Campak di Sumenep

Terbit: 27 Agustus 2025 | 07:53 WIB

Jakarta — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan rencana kunjungannya ke Sumenep, Jawa Timur, untuk menangani langsung Kasus Luar Biasa (KLB) campak. Langkah ini diambil menyusul lonjakan kasus yang signifikan di wilayah tersebut.

 

“Rencananya saya mau ke sana,” ujar Budi Gunadi di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Selasa (26/8/2025). Meskipun belum memastikan tanggal pasti, Menkes mengakui bahwa peningkatan kasus campak tidak hanya terjadi di Sumenep, tetapi juga di beberapa kota lain di Pulau Madura.

 

Secara terpisah, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyoroti rendahnya cakupan imunisasi campak di Sumenep sebagai penyebab utama merebaknya penyakit ini. Menurutnya, ada berbagai alasan yang membuat orang tua ragu memberikan vaksinasi pada anak.

 

“Banyak (alasan keluarga enggak mau vaksinasi anak), ada yang dikaitkan soal agama, takut karena nanti ada efek samping,” jelas Prof. Dante.

 

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Prof. Dante menegaskan bahwa vaksinasi yang diberikan kepada masyarakat telah melalui kajian empiris yang mendalam dan terbukti aman. Hal ini diharapkan bisa meyakinkan masyarakat akan pentingnya imunisasi untuk mencegah penyebaran campak lebih luas.

 

[inf/dtk/dbs/gim/fer]

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Kepungan Tiga Bibit Siklon: Madura Siaga Satu Ancaman ISPA hingga DBD

Terbit: 9 Maret 2026 | 06:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Langit Jawa Timur, khususnya wilayah Madura, kini berada dalam pengawasan ketat radar BMKG. Kemunculan tiga bibit siklon tropis—90S, 93S, dan…

Siklon 90S Mengintai Madura! Bukan Sekadar Angin Kencang, Ada Ancaman “Vektor” yang Mengincar Nyawa

“Korelasi antara anomali meteorologi berupa siklon tropis dan pergeseran ekologi vektor penyakit menegaskan urgensi kebijakan kesehatan yang adaptif. Secara administratif, sinergi lintas institusi antara BMKG, BRIN, dan otoritas kesehatan daerah merupakan manifestasi dari sistem peringatan dini (Early Warning System) yang komprehensif. Upaya mitigasi tidak lagi dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus menyentuh akar permasalahan lingkungan guna menjamin ketahanan nasional di sektor kesehatan publik.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *