Bupati Magetan Dr. Drs. H. Soeprawoto, SH, MSi (berkopiah) bersama Istri Tercinta di rumahnya, saat foto bersama Drs. Hadi Purwanto, MM berbaju batik sekarjagat, setelah silaturahim.
Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Surabaya, Madura Expose–tu obsesi Drs. Hadi Purwanto, MM yang sangat berdasar banget. Karena nuansa kuning (keagungan) di daerah Mataraman, khususnya di Magetan dan Ngawi itu pernah memberikan bukti nyata yang mengagungkan kawasan tersebut sehingga kesejahteraan dan pamor warga Ngawi dan Magetan moncer betul.

Spirit itu, menurut Hadi Purwanto, sangat berkaitan pula dengan pamor sang peletak dasar tatanan kehidupan dan pemerintahan yang ditanamkan dengan tulus oleh Ki Ageng Mageti di masa transisi Majapahit maupun Mataraman meski bakunya sebagai kadipaten (kabupaten) sekitar tahun 1675 pada 12 Oktober (baca pula sejarah dan proses berdirinya Kabupaten Magetan).

“Nah, dari sanalah semangat dan motivasi itu, agar generasi muda di masa milenial ikut memacu kemajuan Magetan dan Ngawi tanpa melupakan akar kulturnya,” papar Hadi Purwanto yang mengaku lahir dan sekolah sampai SMA-nya di Magetan.

Drs. Hadi Purwanto, MM Caleg DPRD Jatim dari Partai Golkar, Nomor Urut 2 di Dapil (Kabupaten Ngawi, Magetan, Trenggalek, Ponorogo dan Pacitan).

Hadi Purwanto tak berlebihan, ia anak desa dari keluarga petani ini ingin menunjukkan nilai-nilai spiritnya Ki Ageng Mageti di abad 21 ini, dengan ikut muncul aktif ke panggung politik sebagai Calegnya Partai Golkar dalam Pileg 2019, untuk DPRD Jatim bernomor urut 2.

“Oleh sebab itu, saya berharap dengan rasa hormat nan tulus ini, sekaligus mengajak warga Magetan dan Ngawi yang baik hati itu berkenan kembali mengagungkan sikap mulya dan meraih sejahtera bersama Golkar kembali,” kata Haji Hadi Purwanto dengan penuh harapan dapat gayung bersambut dari seluruh keluarga dan kerabat Mataraman ini.

Perlu diingat bahwa Magetan dan Ngawi secara kultural merupakan satu rumpun juga kekerabatannya, meski dibedakan kewilayahan dari dua kabupaten yang berbeda itu.

Drs. Hadi Purwanto, MM (berkopiah) bersama keluarga sejahtera yang Dirakhmati Allah Swt.

Bahwa dari sisi pemerintahan dua daerah tersebut telah menunjukkan nilai-nilai kesejarahan kehidupan yang cukup monumental, baik dari sisi olah kecakapan dan kepandaian maupun olah metafisiknya.

HotNews:  Babinsa Giligenting Hadiri Acara Selamatan di rumah Warga Binaan

Oleh sebab itu, Magetan dan Ngawi ini saling melengkapi satu sama lain dan sesungguhnya tak terpisahkan secara akar kultur sosial.

“Hal itu di mata hati kalangan tokoh Mataraman bukanlah suatu hal rahasia, tapi bagi pemerhati budaya dan wisata akan mahfum bahwa secara phisik (dhohir) Magetan tampak menarik dengan danau Sarangannya, sedang kekuatan nilai moral (relijiositas mistik) ada di Ngawi yang di suatu daerah tertentu itu ada petilasan dan situsnya Mahkota Raja Brawijaya VII,” ungkap KRHT. Sukoyo, abdi dalem kraton Surakarta Hadiningrat, dan hal ini pernah pula disampaikan oleh pengamat Budaya Jawa, almarhum Mariono.( ME.@@)