Dari Laut Giligenting Langsung ke Meja Anda: Kerupuk Teri Krispi, Camilan Ikonik Baru dari Sumenep!

Terbit: 27 Agustus 2025 | 23:29 WIB

GILIGENTING — Siap-siap terpikat! Inovasi kuliner terbaru dari Sumenep, Kerupuk Teri Krispi, hadir untuk memanjakan lidah Anda. Dibuat oleh UMKM Poklahsar Sumur Tumpang di Desa Galis, camilan gurih dan renyah ini bukan sekadar kerupuk biasa, melainkan perpaduan sempurna antara cita rasa autentik laut Giligenting dan kreativitas para nelayan.

 

Berkat dukungan penuh dari Dinas Perikanan dan Diskominfo, Kelompok Poklahsar yang dibina oleh KIM Sumenep ini berhasil mengubah hasil tangkapan ikan teri segar menjadi produk bernilai jual tinggi. Setiap kerupuk diproses secara higienis, menjamin kerenyahan dan cita rasa khas ikan teri yang membuat siapa pun ketagihan.

 

Ketua Poklahsar, Irniawati, mengungkapkan visinya. “Kami ingin mengangkat potensi laut Giligenting dan menjadikan Kerupuk Teri Krispi sebagai oleh-oleh wajib dari Desa Galis,” ujarnya penuh semangat.

 

Saat ini, Kerupuk Teri Krispi sedang dalam tahap uji coba pemasaran. Namun, jangan khawatir! Target ke depannya adalah menjangkau pasar yang lebih luas, baik secara online maupun offline, agar kenikmatan kerupuk ini bisa dinikmati hingga ke seluruh penjuru Indonesia.

 

Kerupuk Teri Krispi bukan hanya camilan, tapi juga cerita tentang semangat kewirausahaan dan kekayaan laut Madura. Produk ini adalah bukti nyata bahwa Desa Galis, Giligenting, siap menjadi sentra olahan makanan laut dengan daya saing global. Jangan lewatkan sensasi gurihnya!

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sinergi Pendopo: Cara Bupati Achmad Fauzi Rangkul Ulama Jaga ‘Imun’ Sosial Sumenep

Terbit: 28 Februari 2026 | 16:51 WIB MADURAEXPOSE.COM – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, kembali mempertegas pentingnya kolaborasi antara umara dan ulama dalam menjaga stabilitas daerah. Dalam sebuah pertemuan hangat…

Uang Rakyat Kok ‘Tidur’ Nyenyak? Menggugat Logika Penjaga Brankas di Meja Cangkrukan

Terbit: 27 Februari 2026 | 13:34 WIB Oleh: Ferry Arbania Malam itu di Sumenep, sisa-sisa doa tarawih masih menggantung di udara, tapi di meja cangkrukan kami, obrolan justru mulai “berdosa”.…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *