Dandim Sumenep Hadiri Rapat Forpimda dan Legislatif

0
672

MADURAEXPOSE.COM–Dandim 0827 Sumenep hadiri Rapat Forpimda dan Legislatif dalam format Otonomi Kabupaten Sumenep yang diadakan diruang rapat VIP Rumah Dinas Bupati Sumenep, Jl. Panglima Sudirman, Pajagalan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Selasa (18/10/2016)

Kegiatan Rapat Anggota Forpimda dan Legislatif yang dipimpin Bupati Sumenep Dr. KH. A. Busyro Karim, M,Si dan dihadiri Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Budi Santosa. S, Sos, Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi, Ketua DPRD Kab. Sumenep. Herman Dali Kusuma, MH, Sekda Kab. Sumenep Hadi Soetarto, MSi, Kajari Sumenep Bambang Sutrisno SH.MH, Ketua Pengadilan Negeri. Sumenep Arlandi Triyogo SH, Wakapolres Sumenep Kompol Sutarno S, Sos dan Kepala SKPD Jajaran Pemda Sumenep.‎

Dalama penyampaian materi Dandim 0827/ Sumenep Letkol Inf Budi Santosa. S, Sos memaparkan ‎Bidang Ideologi yaitu tentang terorisme diwilayah Kab. Sumenep terkaitnya adanya beberapa warga Sumenep yang sering mengunjungi Napiter di Lapas Pamekasan pihak Kodim ( TNI ) hanya bisa memonitor dan memberikan pengarahan kepada warga tentang larangan dan bahaya ancaman teroris dengan koordinasi dengan aparat terkait serta melaporkan kepada pihak Polres yang mempunyai hukum tentang teroris, Bidang Sosbud tentang penertiban lahan PT. Garam terhadap gudang milik masyarakat yang masih sengketa sampai sekarang masih berlanjut dan belum selesai perlu adanya musyawarah kedua pihak dan aparat terkait serta pengukuran ulang. Bidang Ekonomi terhadap lahan – lahan pertanian yang ada di Kab. Sumenep yang dijual ke Investor asing dijadikan tambak agar di koordinasikan dengan aparat terkait agar lahan pertanian tidak berkurang serta tidak kemungkinan ada maksud tertentu Investor asing yang perlu diwaspadai.

Penyampaian Materi dari Wakapolres Sumenep tentang Pelaksanaan pilkades serentak di Kab. Sumenep akan diselenggarakan pada tanggal 08 Desember 2016 agar diwaspadai karena kerawanan lebih banyak dari Pilkada maka perlu pengamanan yang ekstra melibatkan bukan dari unsur aparat terkait tetapi adanya keikutsertaan para pendukung calon pasangan Pilkades dan tentang pergantian antar waktu Kades yang dilaksanakan pada 14 Nopember 2016 sebanyak 10 Desa di 7 Kecamatan perlu pengamanan aparat terkait dan adanya pengawasan dari Pemda, Tentang Perdes Talango No. 1 Th. 2016 tanggal 17 Juli 2016 tentang pungutan Desa yang mana hasil pungutan yang didapat dari layanan surat pengantar, surat keterangan/ legalisasi dan surat ijin / rekomendasi 50 persen diperuntukkan untuk pribadi Kades dan 50 persen untuk penyelenggaraan pemerintah, pembangunan dan kemasyarakatan Desa perlu pengawasan dari Pemda untuk menghindari penyalahgunaan wewenang, tentang keberadaan pertamini di wilayah Kab. Sumenep yang hanya memiliki ijin gangguan untuk penjualan eceran BBM agar diberhentikan dulu sebelum ada aturan yang melegalkan kegiatan pertamini dan koordinasi dengan instansi terkait untuk menentukan kebijakan mengenai keberadaan pertamini, Penyalahgunaan Narkoba di Kab. Sumenep agar bersama sama mencegahnya dengan berkoordinasi instansi terkait serta perlunya peran orang tua,para tokoh ulama dan para Kyai serta tindakan hukum sebagai upaya terakhir, Benda Asing yang Jatuh di wilayah Kec. Giligenting dari luar angkasa tanggal 26 September 2016 masih diteliti dan membentuk Tim dalam penanganannya dan pemindahan pasar sapi Bangkal ke Kec. Bluto agar dimusyawarahkan dengan pihak – pihak terkait agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Adapun tanggapan yang di sampaikan oleh Bupati Sumenep ‎Bahwa tentang perijinan Investor untuk pembelian tanah bukan dai pihak Pemkab , dari unsur ketua RT/RW dan Kades tetapi juga dari pemprov dan bukan investor asing tetapi dari investor lokal serta penjualan tanah masyarakat merupakan adanya kebutuhan masyarakat sendiri sedangkan tanah negara tidak boleh diperjual belikan akan tetapi dijual asalkan diganti dengan tanah lainnya dan tentang pembebasan serta penertiban lahan di Kab. Sumenep pihak Pemda sudah membentuk Tim yang di pimpin oleh seorang Asisten Pemda.‎

Tentang PT. Garam agar cepat diselesaikan dengam memanggil kedua pihak dengan berkoordinasi instansi dan aparat terkait, sedangkan untuk pencegahan teroris di Kab. Sumenep Bupati meminta para unsur terkait dan peran para Kyai serta Alim Ulama se Kab. Sumenep dan pelaksanaan Pilkades serentak diundur tanggal 14 Desember 2016 dan PAW ( Pergantian Antar Waktu ) tanggal 25 Desember di Kab. Sumenep daam mencegah tingkat kerawanannya agar bekerjasama dengan aparat terkait dalam menjaga keamanan serta melibatkan unsur pendukung para calon pilkades serentak tersebut.

Terkait Pasar sapi Bangkal yang rencana akan dipindahkan ke ke Kec. Bluto sudah disiapkan dan peraturanya sekarang harus adanya Poskeswan dan lahan parkir serta sudah ada TIM dalam menangani pemindahan pasar sapi dari pihak terkait dan memusyawarahkan pada masyarakat yang sudah membentuk paguyubannya. Pungksanya. [Purnomo]